Skuad Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di grup G Piala Dunia 2026, di Sofi Stadium, Inglewood, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. (REUTERS/DANIEL COLE)
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menegaskan bahwa timnya paling tertindas sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Hal ini lantaran Iran dipaksa secepatnya meninggalkan Amerika Serikat setelah pertandingan untuk kembali ke kamp mereka di Tijuana, Meksiko.
Sang pelatih tidak senang dengan situasi. Apalagi, Team Melli baru saja melakoni pertandingan melawan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2 di Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.
Semula, Iran merencanakan untuk kembali ke Meksiko satu hari setelah pertandingan atau pada Selasa waktu setempat. Namun, rencana itu urung terjadi karena instruksi untuk langsung meninggalkan AS setelah pertandingan.
“Kami menghabiskan begitu banyak waktu di udara untuk perjalanan pulang pergi, mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk beristirahat,” kata Ghalenoei melalui penerjemah seperti dilansir dari ESPN.
“Setelah pertandingan hari ini, mereka berkata kepada kami, ‘Kalian harus segera pergi.'”
Ghalenoei benar-benar merasa tidak nyaman dengan hal ini. Oleh karena itu, ia menilai bahwa Iran adalah tim paling tertindas di Piala Dunia.
“Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami telah diberitahu untuk kembali ke kamp kami di Tijuana, dan kami benar-benar merasa terganggu oleh hal itu,” ucapnya.
“Saya pikir mungkin tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia,” katanya melanjutkan. [cnni]





