Menteri Agama Nasaruddin Umar. Trabsindonesia.co /Ist
TRANSINDONESIA.CO, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi melepas para Mubaligh dan Imam Tarawih Pondok Pesantren Asadiyah untuk bertugas selama bulan suci Ramadhan. Menag menekankan agar para pendakwah muda ini menjalankan tugas pengabdian masyarakat dengan penuh tanggung jawab namun tetap memperhatikan kondisi fisik.
“Umur boleh muda, tetapi sudah mampu berbuat baik kepada masyarakat luas. Jangan takut jika salah,” ujar Menag dalam arahannya melalui konferensi video, Selasa (17/2/2026).
Selain kesiapan mental, Nasaruddin menitikberatkan pada manajemen kesehatan para mubaligh. Ia mengingatkan bahwa intensitas ibadah yang tinggi di bulan Ramadhan jangan sampai membuat para dai mengabaikan pola makan dan istirahat, yang justru dapat menghambat tugas dakwah mereka di lapangan.
“Pelihara kesehatan, jangan sampai karena terlalu aktif beribadah, makan dan tidur tidak teratur, lalu kolaps,” pesannya dengan tegas.
Terkait strategi di lapangan, Menag meminta para mubaligh untuk bersikap adaptif. Pemilihan materi dakwah harus relevan dengan kondisi audiens serta memanfaatkan media yang tepat agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh berbagai lapisan masyarakat.
“Kenali medan dakwah dan sesuaikan materi serta metode yang digunakan dengan objek yang dituju,” jelas Nasaruddin mengenai fleksibilitas dakwah.
Menag juga menaruh perhatian khusus pada aspek spiritualitas selama bertugas. Ia berharap para mubaligh tidak hanya fokus berceramah, tetapi juga meningkatkan intensitas doa bagi para guru, orang tua, serta mendoakan kemajuan dan keberkahan bagi seluruh umat Islam di Indonesia.
“Jangan sampai ada mubaligh yang sakit, terlantar, atau tidak mendapatkan perhatian,” tegas Menag saat meminta para pembina daerah untuk memantau kondisi dai di wilayah terpencil.
Sebagai penutup, Menteri Agama memberikan apresiasi kepada pimpinan daerah yang telah memfasilitasi kebutuhan para mubaligh, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi selama Ramadhan. Hal ini dianggap krusial agar para pengabdi dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan Islam di tanah air. [sfn]







