Memasuki hari ke-17 operasi dalam masa transisi dan pemulihan, Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi lima bodypack (kantong jenazah) korban tanah longsor lereng Gunung Burangrang, di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). Transindonesia.co / SAR Mission Coordinator.
TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi lima bodypack (kantong jenazah) korban tanah longsor lereng Gunung Burangrang, di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). Penemuan ini menambah total evakuasi menjadi 99 bodypack yang seluruhnya telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
“Hari ini Basarnas bersama SAR Gabungan berhasil mengevakuasi lima bodypack. Dengan demikian, total bodypack yang telah kami evakuasi dan serahkan kepada Tim DVI berjumlah 99,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Memasuki hari ke-17 operasi dalam masa transisi dan pemulihan, penemuan lima bodypack tersebut dilakukan secara bertahap sejak pagi hari. Penemuan dimulai pukul 09.12 WIB di Worksite A2, kemudian berlanjut di Worksite B2 pada pukul 12.06, 12.22, 12.35, hingga penemuan terakhir pada pukul 14.30 WIB.
“Dari 79 bodypack yang telah diproses, sebanyak 76 korban berhasil diidentifikasi, sementara 14 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan,” tambah Ade saat memberikan keterangan hingga pukul 16.00 WIB.
Operasi pencarian ini melibatkan kekuatan besar sebanyak 862 personel dari unsur Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. Upaya penyisiran di tiga sektor utama tersebut turut didukung oleh alat berat berupa sembilan unit ekskavator dan 10 ekor anjing pelacak (K-9) guna mempercepat pendeteksian korban di medan longsor.
“Pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan personel, meskipun terdapat penyesuaian signifikan terhadap kekuatan personel dan alat utama di lapangan selama masa transisi ini,” tegas pihak Basarnas.
Selain evakuasi jenazah, Basarnas juga secara resmi menyerahkan barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi kepada Pemerintah Desa Pasirlangu. Penyerahan ini bertujuan agar aset dan benda berharga milik korban dapat segera dikembalikan kepada keluarga atau ahli waris yang bersangkutan.
“Pembagian tugas dan pola operasi dilakukan secara cermat guna memastikan misi kemanusiaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan tim SAR di tengah tingkat kerawanan medan yang ada,” tutup laporan resmi tersebut. [arh]






