Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dari reruntuhan rumah yang roboh akbat angin kencang di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (8/2/2026). Transindonesia.co / BPBD Kota Balikpapan
TRANSINDONESIA.CO | BALIKPAPAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem angin kencang yang menerjang Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Ahad (8/2/2026). Selain menelan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan satu unit rumah roboh, meskipun saat ini situasi dilaporkan telah terkendali setelah evakuasi dilakukan.
“Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu berbagai kejadian hidrometeorologi, sementara di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di sejumlah daerah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (10/2/2026).
Selain angin kencang, BNPB menyoroti ancaman karhutla yang meningkat di Kalimantan Barat. Tercatat, lahan seluas ±306,404 hektare telah hangus sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026. Akibatnya, empat kabupaten yakni Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Mempawah telah menetapkan status Siaga Darurat.
“Situasi ini menegaskan bahwa karhutla masih menjadi ancaman nyata meskipun sebagian wilayah tengah mengalami hujan dan cuaca ekstrem,” tegas Abdul Muhari dalam laporannya.
Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Tengah dengan total luasan lahan terbakar mencapai ±228,46 hektare. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, banjir yang merendam Kabupaten Banjar mulai berangsur surut setelah terdampak pada 4.980 jiwa dan 1.353 unit rumah. Wilayah tersebut kini berada dalam masa Transisi Darurat hingga pertengahan Februari 2026.
“Masyarakat diharapkan mengamankan lingkungan sekitar, menghindari aktivitas berisiko saat cuaca buruk, serta mengikuti informasi dan peringatan dini dari instansi terkait,” tambahnya.
BNPB terus mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan karhutla berkelanjutan, termasuk larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Patroli dan kesiapan sarana pemadaman menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana di seluruh wilayah Kalimantan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di Kalimantan,” pungkas Abdul Muhari. [tan]







