Pencarian korban longsor lereng Gunung Burangrang, Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Pada operasi hari ke-15, memasuki fase pemulihan, Tim SAR gabungan tetap bersiaga di lapangan kembali menemukan satu bodypack tambahan di Worksite A3, Sabtu (7/2/2026). Foto Tim SAR Gabungan
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG – Tim SAR Gabungan resmi melanjutkan operasi pendampingan pencarian dan pemantauan pada masa transisi dan pemulihan pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Meski telah memasuki fase pemulihan, tim tetap bersiaga di lapangan hingga pukul 16.00 WIB untuk memastikan penanganan sisa dampak bencana berjalan optimal.
“Walaupun status tanggap darurat telah selesai dan saat ini memasuki tahap transisi serta pemulihan, Basarnas bersama unsur SAR gabungan tetap melaksanakan operasi pendampingan dengan pola yang disesuaikan,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/2/2026).
Dalam operasi hari ke-15 ini, tim berhasil menemukan satu unit bodypack (kantong jenazah) tambahan di Worksite A3 pada pukul 11.15 WIB. Temuan ini menambah total menjadi 95 bodypack yang kini telah diserahkan sepenuhnya kepada Tim DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Pencarian dan pemantauan tetap dilakukan secara adaptif, khususnya pada area-area yang memiliki potensi tinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama,” tambah Permana.
Fokus penyisiran saat ini terkonsentrasi di tiga titik utama, yaitu Worksite A1, A2, dan A3. Kekuatan personil yang dikerahkan mencapai 794 orang, didukung oleh alat berat berupa 11 unit ekskavator, 10 unit pompa air, 13 unit drone UAV untuk pemantauan udara, serta 10 ekor anjing pelacak (K-9).
“Kami memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi lapangan, analisis risiko, serta pertimbangan kemanusiaan,” tegasnya.
Terkait data korban, Tim DVI Polda Jawa Barat melaporkan bahwa 74 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 77 bodypack yang sudah diproses. Sementara itu, 18 bodypack lainnya masih mengantre dalam prosedur forensik mendalam untuk memastikan akurasi data korban.
“Keselamatan personel tidak bisa ditawar, namun empati dan tanggung jawab negara terhadap para korban dan keluarga tetap menjadi landasan utama,” pungkas Permana.
Operasi pemantauan sore ini dihentikan sementara karena mempertimbangkan faktor cuaca dan evaluasi keselamatan di lapangan. Basarnas turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI/Polri, relawan, dan seluruh unsur masyarakat yang terus bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini. [arh]






