Skip to content
19 Februari 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Transindonesia.co

Transindonesia.co

INDONESIA BERDAKWAH

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 7
  • UNIVERSITAS KEPOLISIAN BAGI POLRI DI MASA DEPAN: Sebagai Polisi yang Profesional, Cerdas, Bermoral, dan Modern

UNIVERSITAS KEPOLISIAN BAGI POLRI DI MASA DEPAN: Sebagai Polisi yang Profesional, Cerdas, Bermoral, dan Modern

transindonesia.co 7 Februari 2026 7 minutes read 0 comments
unnamed_20260207094446032

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Oleh: Komjen Pol. Prof. Chryshnanda Dwilaksana.

Navigasi di Era VUCA

Di era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), Polri dapat dianalogikan bagai bahtera besar yang mengarungi zaman. Perjalanannya penuh tantangan, badai, dan taufan yang silih berganti menghadang. Polri akan terus menghadapi dan mengikuti perubahan dalam hidup dan kehidupan masyarakat sebagai bayang-bayangnya.

Tantangan, serangan, ancaman, permasalahan internal maupun eksternal, serta disrupsi yang begitu cepat dan unpredictable terus menerus silih berganti mengikuti dinamika perubahan zaman. Polri tetap dituntut mampu memberikan pelayanan kepada publik (keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi, maupun kemanusiaan) yang berkualitas prima: cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses.

Esensi Pendidikan bagi Masa Depan Polri

Pada pendidikanlah tergantung masa depan bangsa (JB Mangun Wijaya). Demikian halnya pada masa depan Polri. Ada yang berpendapat bahwa pendidikan yang ada sudah cukup, yang penting adalah praktik atau implementasi kerja di lapangan. Namun, badai dan taufan perubahan begitu besar, cepat, bahkan kadang bertubi-tubi dan tidak terprediksi.

Tanpa dasar pengetahuan keilmuan secara teoritikal maupun konseptual, kita tidak akan mampu memprediksi apa yang akan terjadi. Bahkan bisa saja terjadi kesalahan, stagnasi (jalan di tempat), atau sekadar rutinitas yang “begitu-begitu saja”. Mindset futuristik memang harus ditanamkan agar mampu membangun sistem pendidikan yang tidak sebatas mendapatkan ijazah sebagai persyaratan administrasi pengembangan karier. Sekolah menunjukkan proses berpikir dan pencerahan; pandangan kaum captive mind tidak akan mampu berpikir transformatif.

“Non scholae sed vitae discimus” – Belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup.

Fokus pendidikan bagi Polri pada hakekatnya adalah untuk keberlangsungan yang mampu secara profesional, cerdas, dan bermoral dalam memberikan pelayanan publik yang mendukung proses produktivitas bagi hidup dan kehidupan manusia dalam situasi beradab, sehingga dapat bertahan hidup, tumbuh, berkembang, serta semakin manusiawinya manusia.

Universitas Kepolisian dan Tata Kelola di Era Digital

Universitas Kepolisian diharapkan mampu menjadi arena atau ruang kontemporer dan futuristik yang proaktif dan problem solving. Para petugas polisi atau siapa saja yang tertarik pada kepolisian dapat belajar agar mampu memperbaiki kesalahan di masa lalu, siap di masa kini, dan mampu menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Proses belajar di era digital, era AI (Artificial Intelligence), maupun era kenormalan baru menyasar berbagai lini kehidupan termasuk pendidikan. Universitas Kepolisian dapat dijadikan model pendidikan di era VUCA, era digital, maupun era kenormalan baru: belajar bisa di mana saja, kapan saja, dengan cara apa saja, bahkan dengan siapa saja tanpa terhalang ruang dan waktu. Proses pembelajarannya dapat dikembangkan dalam berbagai fakultas maupun program studi.

Prinsip Pendidikan yang Memanusiakan Manusia

Pendidikan, apa pun latar belakangnya, tujuannya adalah mendidik. Mendidik dalam konteks pendidikan adalah untuk memanusiawikan manusia.

  • Moralitas sebagai Landasan: Pendidikan dibangun dengan pendekatan kesadaran.

  • Ketegasan bagi Kemanusiaan: Pendidikan yang keras dan tegas ditujukan untuk menghadapi masalah hidup, namun tetap berorientasi pada kemanusiaan.

  • Menolak Kebrutalan: Pendidikan yang mengandung unsur balas dendam atau kebrutalan akan merusak peradaban karena menghasilkan “kaum luka batin” yang berdampak pada penyimpangan kemanusiaan.

  • Peran Guru: Kualitas guru bukan sebatas pada intelektualnya, namun juga moralitasnya. Guru menjadi kunci keberhasilan suatu pendidikan.

Indikator Keberhasilan Pendidikan yang Mendidik

Pendidikan yang mendidik setidaknya dapat dilihat dari 13 poin berikut:

  1. Lembaga atau wadah yang merupakan institusi pendidikan yang berwibawa.

  2. Implementasi visi dan misi pendidikan berbasis pembangunan karakter secara konsisten dan konsekuen.

  3. Kualitas guru sebagai pengajar yang mampu menjadi ikon dan panutan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

  4. Sistem pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan berbasis standar universal dan global dengan tetap menggunakan kearifan lokal.

  5. Kurikulum pelajaran berbasis pada pencerdasan intelektual, emosional, dan sosial.

  6. Pola pengajaran yang dibangun dengan landasan kesadaran, tanggung jawab, dan disiplin.

  7. Infrastruktur dan sistem pendukung (sarana prasarana) dengan pendekatan holistik dan sistemik sesuai kebutuhan kekinian.

  8. Tradisi dan nuansa akademis yang membudaya dalam lingkungan lembaga pendidikan.

  9. Wadah penampungan pemikiran kreatif seperti jurnal maupun penerbitan.

  10. Kualitas rekrutmen peserta didik berbasis kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas secara moral, administrasi, dan hukum.

  11. Peserta didik yang merasakan dirinya tercerahkan.

  12. Prestasi peserta didik sebagai hasil didik yang fungsional dan menjadi ikon berkarakter.

  13. Pengakuan dan apresiasi masyarakat luas atas kinerja yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

Reformasi Pendidikan di Era Digital

Di era digital, labirin ruang dan waktu terbuka lebar. Mindset pendidikan harus diubah; bukan semata-mata pada ruang kelas dan menghafal. Lembaga pendidikan harus tetap menjamin kualitas melalui spiritualitas, moralitas, kesadaran, tanggung jawab, disiplin, dan budaya.

Langkah Reformasi Pendidikan:

  1. Lembaga pendidikan yang mampu menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang benar.

  2. Dosen/Guru sebagai pilar yang kompeten, mampu memotivasi mahasiswa untuk kreatif, proaktif, dan problem solving.

  3. Dosen sebagai ikon pembangun peradaban yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

  4. Fasilitas pendidikan dengan sistem back office, application, dan network (virtual literasi, coach system, diskusi, dan pengawasan).

  5. Mahasiswa yang berpikir kreatif, inovatif, problem solving, dan visioner.

  6. Proses belajar berbasis keilmuan, teori, konsep, studi kasus, dan pembaruan.

  7. Forum diskusi sebagai basis dialog peradaban.

  8. Penerbitan karya dosen dan mahasiswa (elektronik maupun konvensional).

  9. Jurnal ilmiah online dan e-book untuk pembangunan literasi.

  10. Kerjasama dalam dan luar negeri (penelitian, debat publik, simposium, workshop).

  11. Ikatan alumni sebagai wadah jejaring sosial dan penguatan lembaga.

  12. Keaktifan dalam forum akademis nasional maupun internasional (benchmark).

  13. Publikasi proses pengajaran ke media sebagai referensi literasi online.

  14. Keanggotaan dalam asosiasi akademik nasional maupun internasional.

Smart Campus dan Harapan Alumni

Smart Campus mendukung kepercayaan publik (public trust). Lulusan diharapkan mampu menjadi petugas polisi yang:

  1. Profesional (Ahli).

  2. Cerdas dalam pikiran, perkataan, perbuatan, dan kebijakan (kreatif/inovatif).

  3. Bermoral dalam membangun kesadaran, tanggung jawab, dan disiplin.

  4. Visioner dan modern (mampu melakukan perubahan dinamis).

  5. Anti-korupsi dalam setiap kebijakan.

  6. Transparan (terukur dan jelas pentahapannya).

  7. Akuntabel (moral, hukum, administrasi, fungsional, dan sosial).

  8. Berbasis data dan informatif (one stop service berbasis big data).

  9. Mudah diakses kapan saja dan di mana saja.

  10. Memenuhi standar pelayanan: cepat, tepat, dan akurat.

Dialog Peradaban dalam Smart Campus bertujuan untuk:

  • Membangun kemitraan.

  • Memahami, membimbing, dan mencerahkan.

  • Mencari akar masalah dan solusi yang diterima semua pihak.

Polisi sebagai Penjaga Kehidupan, Pembangun Peradaban, dan Pejuang Kemanusiaan

Smart Campus mereformasi pendidikan dengan melihat polisi sebagai petugas, fungsi, dan institusi yang memiliki passion dalam pemolisiannya:

  1. Polisi sebagai penjaga kehidupan.

  2. Polisi sebagai pembangun peradaban.

  3. Polisi sebagai pejuang kemanusiaan.

  4. Polisi sebagai penegak hukum dan keadilan.

  5. Pemolisian yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

  6. Smart Policing: integrasi conventional, electronic, dan forensic policing.

  7. Supremasi hukum dan perlindungan HAM.

  8. Transparansi dan akuntabilitas menyeluruh.

  9. Berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Keunggulan Alumni Universitas Kepolisian di Masa Depan:

  • Kepemimpinan transformasional berbasis moralitas.

  • Wawasan kebangsaan dan jiwa patriotisme.

  • Kemampuan menghadapi era global, digital, dan kenormalan baru.

  • Kemampuan manajerial dalam situasi krisis/darurat (brutal facts).

  • Keberanian memperbaiki masa lalu dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Ilmu Kepolisian dalam Lanskap Keilmuan Modern

Ilmu kepolisian sebagai ilmu antar-bidang mempelajari:

  1. Masalah sosial dan keteraturan sosial.

  2. Hukum dan keadilan.

  3. Kejahatan dan penanganannya.

  4. Model dan pola pemolisian.

  5. Isu-isu penting dalam masyarakat.

  6. Teknik dasar umum dan khusus kepolisian.

Paradigma Ilmu Kepolisian:

  • Filosofis: Epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi.

  • Geopolitik & Geostrategis: Pilar NKRI dan keamanan.

  • Yuridis: Landasan hukum dan perundang-undangan.

  • Globalisasi & Modernisasi: Kebutuhan atas perubahan cepat.

  • Akademis: Strata S1, S2, S3, manajemen, dan kompetensi khusus (cyber, forensik).

  • Pragmatis: Fokus pada keselamatan (safety) dan keamanan (security).

Polisi yang Bajik dan Bijak

Transformasi di Universitas Kepolisian bertujuan agar petugas polisi menjadi bajik dan bijak. Polisi diharapkan mampu merefleksikan:

  • Kebaikan, harmoni, dan penyelesaian masalah.

  • Pemberdayaan sumber daya yang efektif dan efisien.

  • Inspirasi, motivasi, dan transformasi.

  • Pemahaman terhadap kebutuhan keamanan masyarakat.

Struktur Kurikulum Universitas Kepolisian:

  1. Pengajaran Dasar: Filsafat ilmu, Etika Publik, Metodologi Penelitian.

  2. Pengajaran Pokok: Ilmu Sosial, Hukum, Kriminologi, Administrasi, Teknologi Informasi, Hubungan Antar Suku Bangsa (Multikultural), Humaniora.

  3. Kapita Selekta: Isu aktual (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan).

Fakultas dan Pusat Studi yang Dikembangkan:

  • Fakultas Polisi dan Pemolisian, Keamanan, Keselamatan, Intelijen, Hukum, Penyelidikan/Penyidikan, Forensik, Siber, Kajian Konflik, Terorisme, Kejahatan Luar Biasa, dan Manajemen Sekuriti.

  • Pusat Penelitian, Lembaga Independen, Laboratorium Sosial, dan Forum Alumni.

Dialog peradaban dalam pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan akan mencerahkan peserta didik untuk menemukan keutamaan polisi bagi: Kemanusiaan, Keteraturan Sosial, dan Peradaban. Polisi dalam pemolisiannya dituntut sehat jiwa.***

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: KPK Bongkar Modus Restitusi Pajak di Banjarmasin, Tiga Orang Jadi Tersangka
Next: Moody’s Beri Sinyal Negatif, Ini Langkah Strategis OJK Jaga Ekonomi Nasional

Trans Stories

Pesan Mendalam Kalemdiklat Polri Prof. Chryshnanda untuk Wisudawan UNSIA: Jadilah Penabur Kebaikan
3 minutes read

Pesan Mendalam Kalemdiklat Polri Prof. Chryshnanda untuk Wisudawan UNSIA: Jadilah Penabur Kebaikan

transindonesia.co 19 Januari 2026 0
Guru Besar
2 minutes read

Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa

transindonesia.co 16 Januari 2026 0
Menteri Brian Yuliarto
2 minutes read

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

transindonesia.co 16 Januari 2026 0

TransIndonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
2 minutes read

Menkeu Purbaya Kritik Bank Syariah: Biaya Lebih Mahal dan Belum Sesuai Prinsip

transindonesia.co 19 Februari 2026 0
DPR RI Senayan
2 minutes read

DPR Kecam Penundaan Pesangon Merpati: Negara Harus Hadir, Jangan Hanya Beri Surat Utang

transindonesia.co 19 Februari 2026 0
Banjir Demak
2 minutes read

Jelang Ramadhan, BNPB Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Banjir di Pulau Jawa

transindonesia.co 19 Februari 2026 0
Wagub Rano Karno
2 minutes read

Wagub Rano Karno Groundbreaking Bedah Rumah di Kapuk: Strategi Entaskan Kemiskinan

transindonesia.co 19 Februari 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.