Banjir merendam wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026). Transindonesia.co / BPBD Pemalang
TRANSINDONESIA.CO | PEMALANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rentetan bencana hidrometeorologi basah berupa banjir, angin kencang, dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di Indonesia sejak Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Kabupaten Bima dan Kabupaten Bandung, serta ribuan warga terdampak di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.
“Laporan peristiwa yang berhasil dihimpun sejak Kamis hingga Jumat pagi didominasi oleh kejadian bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem maupun bencana hidrometeorologi basah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran persnya, Sabtu (7/2/2026).
Bencana paling fatal dilaporkan terjadi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Di Kabupaten Bandung, tanah longsor akibat hujan lebat yang mengikis bantaran sungai menyebabkan satu warga meninggal dunia dan satu rumah rusak berat. Sementara di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, satu orang juga ditemukan meninggal dunia setelah banjir dan angin kencang menerjang wilayah tersebut pada Kamis (5/2).
“BPBD mengimbau warga terdampak, khususnya di area rawan longsor, untuk segera evakuasi ke tempat yang lebih aman guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut,” tegas Abdul Muhari.
Di Jawa Tengah, banjir besar merendam Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang. Di Pemalang, luapan sungai mencapai ketinggian 80 sentimeter, merendam 8.364 unit rumah dan memaksa 90 jiwa mengungsi ke tempat ibadah. Sementara di Kota Tegal, sebanyak 6.957 jiwa terdampak dengan ribuan rumah tergenang air hingga Kamis siang.
“BPBD Kabupaten Pemalang telah mengerahkan perahu karet untuk evakuasi warga dan mulai menyalurkan bantuan logistik ke lokasi-lokasi pengungsian,” tambahnya.
Provinsi Jawa Timur juga mengalami dampak signifikan di beberapa titik seperti Kediri, Mojokerto, Jombang, dan Bojonegoro. Di Bojonegoro, luapan Sungai Gandong merendam 350 rumah warga beserta fasilitas umum dan lahan pertanian. Meskipun banjir dilaporkan mulai surut di beberapa wilayah Jatim, pendataan kerusakan bangunan akibat angin kencang masih terus dilakukan oleh BPBD setempat.
“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan perbukitan diminta melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam yang mengganggu jarak pandang,” kata Abdul Muhari mengingatkan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 6 hingga 8 Februari 2026. BNPB meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah preventif seperti pengecekan tanggul, pemangkasan pohon rimbun, dan penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas.
“Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat di tengah puncak musim hujan ini,” tutupnya. [nag]






