BPBD menurunkan petugas pemadam kebakaran Posko Parapat untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (26/1/2026). Transindonesia.co / BPBD Provinsi Sumatera Utara
TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 26-27 Januari 2026. Menanggapi situasi ini, pemerintah melalui BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti hampir seluruh wilayah Indonesia selama tiga hari ke depan.
“Kami telah merangkum sejumlah kejadian bencana serta upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah pada periode Senin (26/1/2026) hingga Selasa (27/1/2026) pagi, di mana karhutla dan angin kencang menjadi sorotan utama,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Selasa (27/1/2026).
Di Sumatra Utara, kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Simalungun pada Senin (26/1/2026). Api membakar sekitar lima hektare lahan di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Tim gabungan BPBD Simalungun bersama aparat setempat langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dikendalikan pada sore hari.
“Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak, sehingga api di Kabupaten Simalungun berhasil dipadamkan pada sore hari di hari yang sama,” jelasnya.
Sementara itu, bencana angin kencang pascahujan lebat dilaporkan terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini berdampak pada 188 jiwa, di mana tiga warga mengalami luka-luka dan 43 unit rumah mengalami kerusakan. BPBD setempat kini tengah fokus pada penanganan kesehatan korban serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
“BPBD Kota Kupang bersama instansi terkait telah melakukan penanganan kesehatan bagi korban, pembersihan material, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak angin kencang,” tambahnya.
Berdasarkan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang masih mengintai hingga Kamis (29/1/2026). Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem tersebut.
“BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan. Potensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia,” tegas Abdul Muhari.
Sebagai langkah antisipasi, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat mitigasi mandiri. Langkah-langkah praktis seperti memangkas dahan pohon yang rimbun, memperkuat konstruksi atap rumah, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk sangat disarankan guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.
“BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melakukan mitigasi seperti memastikan kekuatan atap rumah dan memangkas ranting pohon yang berisiko tumbang,” pungkasnya. [rmd]
