Skip to content
9 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 27
  • Anggaran Kementerian PPPA 2026 Dipangkas Rp68,5 Miliar, DPR: Ini Mundur dari Cita-cita Indonesia Emas

Anggaran Kementerian PPPA 2026 Dipangkas Rp68,5 Miliar, DPR: Ini Mundur dari Cita-cita Indonesia Emas

transindonesia.co 27 Januari 2026 (Last updated: 27 Januari 2026) 2 minutes read 0 comments
Gedung DPR RI

Gedung Ikon DPR RI. Transindonesia.co / Dokumentasi

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengkritik keras penurunan signifikan alokasi anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk tahun anggaran 2026. Anggaran yang hanya dipatok sebesar Rp214,11 miliar ini dinilai kontradiktif dengan ambisi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul demi visi Indonesia Emas 2045.

“Kami sangat menyayangkan adanya penurunan anggaran DIPA sebesar Rp68,5 miliar. Kami memandang penurunan ini tidak sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045. Perlindungan perempuan dan anak adalah fondasi SDM Unggul, sementara kita saat ini sedang krisis dalam hal tersebut,” tegas Ina Ammania di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Penurunan ini terasa tajam mengingat pada tahun 2025, realisasi anggaran Kementerian PPPA mencapai Rp282 miliar.

Efek domino dari pemangkasan dana sebesar Rp68,5 miliar ini bahkan menyebabkan defisit sebesar Rp4,96 miliar untuk pos gaji tenaga layanan SAPAH (Sahabat Perempuan dan Anak), yang merupakan garda terdepan penanganan korban kekerasan.

“Padahal, tenaga layanan tersebut merupakan ujung tombak dalam menangani korban kekerasan. Kami mendesak pemerintah segera melakukan revisi anggaran untuk menutup kekurangan dana layanan tersebut agar operasional perlindungan tidak lumpuh,” tambah Ina.

Selain persoalan finansial, Ina Ammania menyoroti ancaman serius terkait maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan perdagangan bayi yang kini merambah hingga pelosok desa. Modus operandi para pelaku dinilai semakin licin dengan menyasar keluarga ekonomi lemah melalui kedok bantuan sosial maupun pendidikan.

“Di desa-desa, mereka itu sudah kayak sindikat dan mafia. Mereka berlaku baik, menginap, memberikan kegiatan sosial, bahkan ada yang menyamar menggunakan baju jilbab seperti ustazah. Hal-hal ini tidak terdeteksi, sehingga masyarakat merelakan anaknya untuk diambil dengan janji manis sekolah tinggi,” ungkapnya.

Sebagai solusi, Komisi VIII mendorong Kementerian PPPA untuk memperkuat program Ruang Bersama Indonesia (RBI).

Langkah ini diharapkan mampu menjadi sistem deteksi dini (early warning system) terhadap praktik perdagangan bayi dan online scam yang kian masif di media sosial, sekaligus memastikan perlindungan menyentuh level desa terpencil.

“Kementerian PPPA harus memastikan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) mampu mendeteksi dini kasus perdagangan bayi hingga ke level desa terpencil, terutama dalam menghadapi ancaman modus penipuan daring di media sosial yang semakin beragam,” pungkas Ina. [met]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: DPR Sahkan 9 Anggota Ombudsman RI Periode 2026–2031
Next: Indonesia Siaga Cuaca Ekstrem: Karhutla Simalungun Padam, 43 Rumah di Kupang Rusak

Trans Stories

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
2 minutes read

Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Bertugas

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji
2 minutes read

Bareskrim Tangkap Buronan Interpol Penipuan Online Internasional ‘Abbishopee’

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
Menteri Koperasi Ferry Juliantono
3 minutes read

INKOPASINDO dan KDMP, Jalan Merah Putih Ekonomi Rakyat

transindonesia.co 5 Mei 2026 0

TransIndonesia

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Kedai ADO
2 minutes read

Kapolda Sumsel Buka Kedai ADO ‘Rumah Ojol’ Presisi

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Pusdiklat PB
3 minutes read

Kepala BNPB: Kalaksa BPBD Harus Terjun ke Lokasi Bencana

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.