Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, memberi sambutan pada pembukaan wisuda Universitas Siber Asia (UNSIA) Periode II Tahun Akademik 2024/2025 di Jakarta, Ahad, 18 Januari 2026. TransIndonesia.co / Ist
TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Universitas Siber Asia (UNSIA) sukses menggelar prosesi Wisuda Periode II Tahun Akademik 2024/2025 di Jakarta, Ahad, 18 Januari 2026, menjadi momentum penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan global lewat keahlian digital.
Acara secara resmi dibuka oleh Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, dengan tema “Sinergi Akademis dan Pembangunan Kawasan: Mencetak SDM Unggul & Cerdas Digital Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, UNSIA menegaskan posisinya sebagai pionir pendidikan berbasis siber yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.
Prof. Chryshnanda yang juga merupakan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri menyoroti pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan dengan pengembangan wilayah yang nyata.
“Penting bagi kita untuk membangun kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan pengembangan wilayah. Hal ini merupakan kunci utama dalam menciptakan fondasi bangsa yang tangguh,” ujar Prof. Chryshnanda.
Beliau juga mengingatkan para lulusan bahwa teknologi hanyalah alat, namun integritas dan peran intelektual tetap menjadi pilar utama dalam memajukan peradaban di tengah transformasi digital yang masif.
Dalam sambutannya, Prof. Chryshnanda mengatakan ‘In Vanum Lingua Laborat Si Cor Non Orat’ dalam pendidikan, moralitas jadi sangat penting dan mendasar dengan berbasis literasi apalagi di era digital seperti sekarang ini.
“Apa guna pendidikan jika tidak tercerahkan, pada pendidikan lah tergantung masa depan bangsa, maka saya mengucapkan terima kasih Universitas Cyber Asia mempelopori model belajar cara yang boleh dikatakan secara online, secara virtual, cara cara yang menstimuli orang belajar tidak tersekat ruang dan waktu,” papar Prof. Chryshnanda.
Lebih lanjut dikatakannya, kualitas pendidikan ini tergantung pada saudara bukan pada ijazahnya bukan pada sekolahnya tapi ketika saudara terus mampu jadi pembelajar saudara akan membawa terang, menginspirasi dan terus mencerahkan.
“Ada kata kata yang mengatakan begini, ‘non scholl set vitae discismus’ belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. Pendidikan ini untuk mencerdaskan, mencerahkan, agar mampu bertahan hidup bahkan tumbuh dan berkembang, saudara harus punya spirit yang saudara punya semangat tidak mau kalah untuk kebaikan dan perbaikan,” jelas jenderal bintang tiga ini.
“Saudara harus punya tanggung jawab menabur kebaikan walaupun saudara percaya tidak menuai tetapi kebaikan kebaikan yang saudara tabur inilah yang akan menjadi inspirasi,” tambahnya.
Menurutnya, saudara sebagai wisudawan akan hidup di tengah masyarakat maka kemampuan saudara untuk beradaptasi bahkan melakukan pengaruh pada sosial engineering ini sangat penting maka bakti saudara kepada masyarakat sangat ditunggu dan apa produk saudara.
“Karena sekolah di UNSIA ini bukan hanya apa, bagaimana dan mengapa, tetapi menjadi siapa. Saya percaya wisudawan wisudawati ini memiliki suatu kualitas yang saudara akan terus tumbuh dan berkembang,” kata Prof. Chryshnanda.
Bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata komitmen UNSIA dalam melahirkan lulusan yang mumpuni secara teoritis sekaligus cerdas secara digital. Para wisudawan diharapkan mampu menyinergikan inovasi teknologi dengan pembangunan kawasan berkelanjutan.
Pihak universitas menyatakan bahwa generasi baru ini telah ditempa melalui sistem pendidikan siber yang ketat, sehingga memiliki daya saing tinggi untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat dan negara.
“Para wisudawan dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu membawa identitas sebagai SDM unggul. Kami yakin, melalui kecerdasan digital yang adaptif, mereka siap melangkah dan bersaing di kancah global demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” ungkap perwakilan pimpinan UNSIA dalam momentum tersebut.
Dengan dilepasnya lulusan periode II ini, Universitas Siber Asia optimis bahwa penguatan SDM digital akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa pada dua dekade mendatang. [sfn]
