'Merhaba Tasikmalaya' Job Fair Turki untuk perhotelan dan pabrik melaksanakan interview langsung peserta calon pekerja di Gedung Islamic Center Tasikmalaya, Rabu (14/1/2026). TransIndonesia.co / Ist
TRANSINDONESIA.CO | TASIKMALAYA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Syahrir, SE, M.Pol, menyatakan dukungannya terhadap skema penempatan pekerja migran sebagai upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan satu juta lapangan kerja ke luar negeri
“Target kita adalah menurunkan persentase pengangguran Jabar yang saat ini menduduki posisi ketiga tertinggi nasional,” jelas Syahrir saat dikonfirmasi kegiatan “Merhaba Tasikmalaya” kolaborasi Pemkab Tasikmalaya, Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) dan Migran Indonesia Asisten (MIA), lebih dari 500 peserta mengikuti interview langsung untuk sektor perhotelan dan pabrik di Turki yang digelar di Gedung Islamic Center Tasikmalaya, Rabu (14/1/2026).
Syahrir merinci potensi besar yang bisa diraih jika seluruh daerah di Jawa Barat aktif melakukan kolaborasi serupa dengan APJATI dan MIA.
“Dengan rata-rata 54 ribu penempatan per tahun dari 27 kabupaten dan kota di wilayah Jabar, kita dapat menyumbang pengurangan angka pengangguran sebesar 5,4 persen secara berkala. Ini adalah langkah taktis memperkuat ekonomi kerakyatan melalui remitansi dan peningkatan keahlian tenaga kerja kita di luar negeri,” tegas Syahrir.
Data menunjukkan bahwa saat ini Jawa Barat menduduki posisi ketiga tertinggi nasional dalam hal pengangguran dengan persentase 6,77%, atau menyentuh angka 1,78 juta orang.
Syahrir mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, APJATI, dan MIA terus diperkuat. Ia mencontohkan langkah proaktif yang telah dilakukan Cabang Dinas Pendidikan (CADISDIK) Wilayah III Jawa Barat yang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, pada Selasa (13/1/2026).
“Sosialisasi dengan sekolah-sekolah merupakan embrio lahirnya pekerja migran yang kompeten. Ini adalah solusi jangka pendek dan menengah yang efektif untuk mengurangi beban pengangguran kita yang cukup besar,” ujar Syahrir. [arh]
