1.330 relawan Kemenag Aceh disebar ke 12 titik kabupaten/kota membantu pembersihan madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak banjir bandang, Selasa (6/1/2026). TransIndonesia.co / Ist
TransIndonesia.co | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengerahkan sebanyak 1.330 relawan untuk membantu pembersihan madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak banjir bandang. Ribuan relawan tersebut disebar ke 12 titik kabupaten/kota guna memastikan fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan dapat segera berfungsi kembali.
“Dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, kita bergerak membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir, khususnya di madrasah dan KUA,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Selasa (6/1/2026).
Pengerahan personel ini mencakup wilayah terdampak di antaranya Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Simeulue. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati keluarga besar Kementerian Agama terhadap satuan kerja (Satker) yang terkena musibah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk empati keluarga besar Kementerian Agama kepada satuan kerja di daerah terdampak bencana,” tegas Azhari.
Prioritas utama dari aksi bersih-bersih ini adalah pemulihan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Meskipun banyak bangunan madrasah yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang, Kemenag Aceh berkomitmen agar anak-anak didik tidak kehilangan waktu belajar terlalu lama.
“Proses belajar mengajar sudah dimulai. Anak-anak harus segera belajar walaupun banyak madrasah yang terdampak banjir,” tuturnya.
Namun, upaya pembersihan di beberapa titik seperti Aceh Tengah masih menghadapi tantangan teknis. Kendala utama dilaporkan berupa minimnya ketersediaan alat berat di lokasi karena banyaknya titik longsor yang terjadi secara bersamaan, sehingga menyulitkan akses bantuan alat fisik.
“Sebenarnya kita telah menyiapkan anggaran untuk menyewa alat berat, namun kondisi di lapangan kurang mendukung karena keterbatasan ketersediaan alat akibat banyaknya titik longsor,” tambah Azhari.
Melalui aksi solidaritas ribuan relawan ini, diharapkan beban para pegawai dan guru di daerah terdampak dapat berkurang. Pembersihan material lumpur dan sisa banjir diharapkan rampung segera agar pelayanan KUA dan aktivitas madrasah kembali normal sepenuhnya.
“Kami berharap, dengan adanya tim relawan di 12 titik tersebut, dapat meringankan beban keluarga besar Kementerian Agama yang terdampak bencana,” pungkasnya. [don]
