Tim gabungan melakukan pembersihan material pohon tumbang yang terjadi pasca bencana angin kencang menerjang Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu (25/12/2025). Transindonesia.co / BPBD Kota Probolinggo
TransIndonesia.co | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru mengenai dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatra. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada Ahad, 4 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia yang telah terverifikasi kini mencapai 1.177 jiwa. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan data pada hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.167 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tambahan korban jiwa tersebut ditemukan dalam proses pencarian lanjutan di beberapa titik terdampak parah, yakni di Aceh Utara, Tapanuli Selatan, dan Sumatra Barat.
“Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat masih ada 148 orang yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Penurunan angka orang hilang terjadi setelah tim melakukan verifikasi ulang data bersama pihak desa dan keluarga korban,” kata Muhari.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah terdampak, seperti di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, mulai memasuki status transisi darurat menuju pemulihan.
Meski akses jalan dan jembatan nasional dilaporkan sudah pulih sepenuhnya, tantangan masih ditemukan pada akses penghubung antar-kabupaten.
Sementara itu, jumlah pengungsi saat ini tercatat sekitar 242.174 jiwa yang masih bertahan di posko-posko darurat menunggu kondisi pemukiman mereka dinyatakan aman kembali.
Pemerintah terus mengintensifkan upaya pembersihan kawasan terdampak dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jaringan listrik dan air bersih. BNPB juga memastikan layanan psikososial atau trauma healing tersedia secara rutin bagi para penyintas di pengungsian.
“Masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan lebat dan rekahan tanah yang dapat memicu bencana susulan, terutama di wilayah rawan longsor,” ujar Muhari [don]
