Pencarian kapal wisata Phinisi Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/12/2025). Transindonesia.co /Sumber Foto: SAR Komodo Labuan Bajo
TRANSINDONESIA.co | LABUAN BAJO – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan penyisiran di perairan Labuan Bajo guna mencari tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol yang hilang sejak tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 lalu. Memasuki hari kedelapan pencarian, Jumat (2/1/2026), operasi difokuskan pada pemindaian bawah laut dan penyisiran udara di sekitar Pulau Padar.
“Tim SAR Gabungan hari ini masih terus berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar, pelaksanaan penyelaman, dan penurunan Disnav serta Hidronav milik Ditpolair Polda NTT untuk mencari keberadaan korban,” terang Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Operasi besar-besaran ini melibatkan sedikitnya 58 personel gabungan yang didukung oleh armada sebanyak 11 kapal. Alut (alat utama) yang dikerahkan berasal dari berbagai instansi mulai dari Basarnas, TNI/Polri, KSOP Labuan Bajo, Kementerian Kehutanan, hingga dukungan speedboat wisata dari komunitas Grahawisri Labuan Bajo.
“Kami juga mengerahkan drone thermal untuk memperkuat pemantauan dari udara. Hingga pukul 11.30 Wita, seluruh unsur di lapangan masih berjibaku melaksanakan pencarian di titik-titik koordinat yang telah ditentukan,” tambah Fathur Rahman.
Secara teknis, luas jangkauan pencarian hari ini dibagi ke dalam beberapa sektor utama di atas permukaan laut. KN Puntadewa 250 menyisir area seluas 15,4 NM, diikuti oleh Sea Raider KSOP Labuan Bajo seluas 12,6 NM, serta Sea Raider Lanal Labuan Bajo yang memantau area seluas 11 NM.
“Penyisiran juga diperkuat oleh RIP 500 PK Pos SAR Labuan Bajo di area 7,5 NM, serta penggunaan teknologi sonar pada kapal DISNAV dan HIDRONAV yang masing-masing menyisir area hingga 6 NM,” jelasnya menutup rincian teknis operasi.
Hingga berita ini diturunkan, tim di lapangan masih terus berupaya maksimal di tengah kondisi perairan perairan Labuan Bajo untuk menemukan tanda-tanda keberadaan ketiga korban yang telah hilang selama lebih dari sepekan tersebut. [kio]
