Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
TRANSINDONESIA.co | MOSKOW – Jumlah korban tewas di kalangan warga sipil Kamboja akibat meningkatnya konflik perbatasan dengan Thailand telah bertambah menjadi 30 orang, menurut laporan kantor berita Xinhua, mengutip Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa 87 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara Thailand dan Kamboja berubah menjadi konflik bersenjata pada 24 Juli, dengan kedua negara tetangga tersebut saling melancarkan tembakan artileri dan serangan udara.
Kedua pihak melaporkan adanya korban jiwa, termasuk di kalangan warga sipil.
Pada 4 Agustus, mereka mengumumkan gencatan senjata segera, yang kemudian disusul oleh kesepakatan formal tentang pelaksanaannya beberapa hari kemudian.
Namun, permusuhan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja kembali terjadi sejak awal Desember, dengan kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Akibat serangan Kamboja di beberapa provinsi perbatasan Thailand, sedikitnya 22 orang tewas, 140 orang luka-luka, dan sekitar 140 ribu orang dievakuasi dari daerah-daerah yang berisiko. [ant]
Sumber: Sputnik-OANA
