Banjir menyebabkan jembatan putus dan mengganggu akses warga di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (3/12/2025). Transindonesia.co / BPBD Pesisir Barat.
TRANSINDONESIA.co | Cuaca ekstrem terjang Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (3/12), ditandai hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa area permukiman. Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan merusak puluhan rumah warga.
Korban meninggal telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, proses pembersihan dan penanganan pohon tumbang masih terus dilakukan untuk memulihkan akses dan mengurangi risiko tambahan bagi masyarakat.
Dampak kejadian tercatat di dua kecamatan dengan total empat desa terdampak, yaitu Kecamatan Gucialit (Desa Gucialit, Desa Pakel, dan Desa Kenongo) serta Kecamatan Padang (Desa Kedawung). Sebanyak 37 kepala keluarga terdampak langsung oleh cuaca ekstrem ini, sementara 37 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan.
BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan asesmen dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mempercepat penanganan. Upaya penanganan darurat difokuskan pada evakuasi warga terdampak, perbaikan kerusakan bangunan, dan pemotongan pohon tumbang yang masih menghalangi akses di sejumlah titik.
Pesisir Barat Lampung
Banjir melanda Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (3/12) sekitar pukul 16.30 WIB, dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur beberapa kecamatan sejak siang hingga malam. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga, menutup beberapa ruas jalan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Banjir memberikan dampak signifikan pada sejumlah kecamatan dan pekon. Dampak tercatat di empat kecamatan dengan total delapan pekon, yaitu Kecamatan Ngaras (Pekon Rajabasa), Kecamatan Ngambur (Pekon Siring Balak dan Pekon Sukabanjar), Kecamatan Bangkunat (Pekon Pemerihan, Pekon Sukamarga, Pekon Tanjung Kemala, dan Pekon Pagar Bukit Induk), serta Kecamatan Pesisir Selatan (Pekon Sukarame). Sebanyak 114 kepala keluarga terdampak langsung oleh luapan air.
Dari hasil pendataan, sejumlah kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian mulai teridentifikasi. Kerugian material meliputi 114 unit rumah terendam, satu jembatan terdampak, sekitar 6,5 hektare area persawahan tergenang, serta satu akses jalan desa yang terputus. Meski tidak ada laporan korban luka maupun jiwa, kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan memerlukan penanganan cepat.
BPBD Kabupaten Pesisir Barat telah melakukan kaji cepat di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan darurat. Kebutuhan mendesak di lapangan antara lain alkon (alat komunikasi atau alat pompa sesuai konteks), peralatan logistik, serta bantuan sembako bagi warga terdampak. Kondisi terkini banjir mulai berangsur surut, namun monitoring tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan susulan.
Abdul Muhari, Ph.D. (Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
