Skip to content
13 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • Desember
  • 5
  • Pakar Mitigasi UB: Penebangan Hutan harus Dievaluasi

Pakar Mitigasi UB: Penebangan Hutan harus Dievaluasi

transindonesia.co 5 Desember 2025 (Last updated: 5 Desember 2025) 2 minutes read
Jalur Medan - Aceh Tamiang

Proses pembukaan dan pembersihan jalan akses dari Sumatera Utara menuju Aceh Tamiang, mulai dapat diakses kenderaan, Selasa (2/12/2025). Transindonesia.co / BNPB

TRANSINDONESIA.co | Guru Besar Bidang Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (UB) Prof Sukir Maryanto mengemukakan bahwa bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera mengindikasikan adanya persoalan lingkungan yang mengharuskan segera dilakukan evaluasi terhadap penebangan hutan.

“Selain persoalan lingkungan, banjir bandang di wilayah Sumatera, juga disebabkan lemahnya sistem mitigasi bencana di Indonesia,” kata Prof Sukir di Malang, Jawa Timur, Jumat (5/12/2025), merespons terjadinya banjir bandang di wilayah Sumatera.

Prof Sukir mengatakan banyak kayu yang hanyut saat terjadi banjir mengindikasikan adanya penebangan hutan di wilayah itu.

Ia menjelaskan deforestasi masih menjadi persoalan krusial, terutama karena Indonesia berada di bawah rata-rata dunia dalam standar pengelolaan hutan berkelanjutan.

Menurut dia, program pemerintah di masa lalu, seperti ekspansi lahan transmigrasi, perkebunan karet dan sawit, sebagian besar mengorbankan tutupan hutan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Prof Sukir mengatakan ketika ia menjadi transmigran di Sumatera, melihat langsung pohon-pohon besar ditebang untuk pembukaan lahan. Kondisi serupa juga terjadi di berbagai hutan di Sumatera dan Kalimantan.

Menurut dia, banyak kasus pemanfaatan hutan tidak sesuai desain lingkungan, sehingga menimbulkan banjir.

Selain faktor deforestasi, lanjutnya, cuaca ekstrem juga menjadi pemicu utama terjadinya banjir.

Ia mengatakan pada September 2025 hingga Februari 2026 merupakan fase cuaca ekstrem tahunan di Indonesia. “Saat ini kondisi cuaca ekstrem. Siklus ini terjadi tiap tahun,” katanya.

Ia menilai mitigasi bencana dapat dilakukan dengan lebih baik apabila sistem informasi cuaca di Indonesia bekerja secara optimal.

Ia membandingkan kemampuan peringatan dini Indonesia dengan Jepang yang dinilai jauh lebih presisi dan terstruktur. “Di Jepang, ramalan cuaca tersedia per jam dan per wilayah kecil seperti kecamatan, informasinya ada di TV publik, transportasi umum, hingga situs pemerintah,” katanya.

Menurut dia, sistem ini memungkinkan masyarakat mengantisipasi hujan, angin kencang atau bencana lainnya lebih cepat dan akurat.

Ia mengatakan BMKG perlu meningkatkan fungsi informasi dan sosialisasi, termasuk memperkuat kolaborasi dengan BRIN, Badan Geologi, serta perguruan tinggi. “Koordinasi antarlembaga masih lemah, sehingga data dan peralatan pemantauan bencana belum terintegrasi dengan baik,” ucapnya. [ant]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: China Kerahkan Militer di Perairan, Imbas Komentar Takaichi soal Taiwan
Next: Cuaca Ekstrem Lumajang 1 Meninggal, Banjir Terjang Pesisir Barat Lampung

Trans Stories

Tri Adhianto

Buntut Kekerasan Seksual, Pemkot Bekasi Siapkan Pemindahan Santri

transindonesia.co 13 Oktober 2026
politik catur

Saling Tuding Doli vs Hasyim Asy’ari Soal PKPU Gibran, Mahfud MD Buka Suara

transindonesia.co 13 Oktober 2026
Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

transindonesia.co 11 Oktober 2026

TransIndonesia

Tri Adhianto

Buntut Kekerasan Seksual, Pemkot Bekasi Siapkan Pemindahan Santri

transindonesia.co 13 Oktober 2026
Kapal Iran di Selat Hormuz

Iran: Selat Hormuz Tetap Tutup sampai AS Penuhi Tujuh Syarat Damai

transindonesia.co 13 Oktober 2026
Bandara Riyadh diserang Houthi

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tetap Waspada

transindonesia.co 13 Oktober 2026
politik catur

Saling Tuding Doli vs Hasyim Asy’ari Soal PKPU Gibran, Mahfud MD Buka Suara

transindonesia.co 13 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.