Skip to content
20 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • November
  • 23
  • Jejak Pemikiran Buya Hamka Dihidupkan Kembali oleh Sang Cicit di Malaysia

Jejak Pemikiran Buya Hamka Dihidupkan Kembali oleh Sang Cicit di Malaysia

transindonesia.co 23 November 2025 2 minutes read 0 comments
Jejak Buya Hamka

Peluncuran buku “HAMKA dan Westernisasi Indonesia” diluncurkan di Ruhama (Rumah Hamka) di Selangor, Malaysia, pada Ahad (16/11/2025), yang merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di PCIM Malaysia. Transindonesia.co /Ist

TRANSINDONESIA.co | Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia memfasilitasi cicit Buya Hamka, Farrel A Wijaksana untuk meluncurkan buku HAMKA dan Westernisasi Indonesia. Kegiatan peluncuran buku “HAMKA dan Westernisasi Indonesia” diluncurkan di Ruhama (Rumah Hamka) di Selangor, Malaysia, pada Ahad (16/11/2025), yang merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di PCIM Malaysia.

Ketua PCIM Malaysia Fauzi Fatkhur menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini karena tujuan dibelinya Rumah Hamka adalah untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Fauzi Fatkhur juga menyebutkan bahwa Buya Hamka adalah tokoh milik umat, sehingga pemilihan nama “Rumah Hamka” adalah yang tepat karena lebih mudah dikenal di Malaysia.

Di samping itu, dia juga membanggakan keberhasilan Farrel A Wijaksana membuat karya hebat di usianya yang masih muda, dan dia juga berharap agar para hadirin semua bisa dapat pelajaran dan mengambil hikmah.

Di zaman Nabi usia 15 tahun sudah dianggap dewasa lantaran batas masa anak-anak adalah pada usia 15 tahun. Buya Hamka sendiri pada usia 16 tahun sudah merantau ke Yogyakarta, berguru dan menerapkan ilmunya untuk berjuang di jalan Allah.

“Apa yang ditulis Farrel ini bukanlah sekadar untuk kesenangan diri, tapi sebuah pemikiran yang memberi solusi,” katanya.

Sementara itu, Farrel A Wijaksana menceritakan bahwa dia mengenal Buya Hamka, bukan dari foto fotonya, melainkan dari radio yang menyiarkan ceramahnya. Waktu itu dia masih bersekolah di SD.

“Meskipun saya belum mengerti  isi ceramahnya, tapi saya merasa adem banget. Saya bertanya kepada Ibu (Irma Fakhri). ‘Bu, ini siapa sih?’ Ibu bilang ‘itu buyut kamu’ dari situlah saya mengenal buyut Buya Hamka,” katanya.

Farrel juga bercerita tentang bagaimana dia mulai mengenal dan tertarik pada pemikiran Buya Hamka, yakni ketika tiga tahun yang lalu, saat masih kelas 3 SMP dia singgah di Yogyakarta untuk membeli oleh-oleh.

Tetapi kemudian berpisah dengan rombongannya karena diajak oleh ustaz pembimbingnya ke Toko Suara Muhammadiyah. Di toko inilah Farrel tertarik dengan buku karya Khairudin Aljunied, Hamka dan Islam: Pembaruan Kosmopolitan di Dunia Melayu.

“Orang luar Indonesia saja bisa mengkaji pemikiran Buya Hamka dengan begitu canggih,” tutur Farel. [arh]

 

Sumber: Muhammadiyah

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Banjir Vietnam 55 Meninggal dan 10 Masih Hilang, Ini Empat Provinsi Terparah
Next: TNI AL Tangkap Kapal Angkut Solar Ilegal di Pulau Buru

Trans Stories

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bus Sholawat siap melayani jemaah 24 jam di Makkah
3 minutes read

Kemenhaj Perkuat Layanan Inklusif: 81.992 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan

transindonesia.co 4 Mei 2026 0

TransIndonesia

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, pada Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolres Lahat, Ahad (17/5/2026).
3 minutes read

Tinggalkan Cara Lama, Kapolda Sumsel Dorong Petani Lahat Buka Lahan Tanpa Membakar

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
BEM UI Nobar Film Pesta Babi
3 minutes read

BEM UI Akan Gelar Nobar Film Pesta Babi

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
Tatar Sunda
3 minutes read

Legislator Jabar: Kirab Milangkala Tatar Sunda tak Sesuai Sejarah

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
Demokrasi: Anti Preman dan Premanisme
7 minutes read

Demokrasi: Anti Preman dan Premanisme

transindonesia.co 18 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.