Masjid-Katedral Warisan Dunia UNESCO di Cordoba, Spanyol selatan, terbakar pada Jumat (8/8/2025), kembali dibuka untuk publik pada Sabtu (9/8/2025). Transindonesia.co /Xinhua
TRANSINDONESIA.co | Masjid-Katedral yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO di Cordoba, Spanyol selatan, kembali dibuka untuk publik pada Sabtu (9/8/2025) setelah kebakaran yang terjadi pada Jumat (8/8/2025) malam waktu setempat.
Monumen bersejarah tersebut, yang merupakan salah satu bangunan paling terkenal di Spanyol, mengalami kerusakan ringan akibat kebakaran. Atap bangunan seluas sekitar 25 hingga 50 meter persegi roboh dari total luas permukaan 13.000 meter persegi, demikian dilaporkan surat kabar El Correo de Andalucia mengutip dekan Katedral.
Kubah-kubah yang terdampak kebakaran sudah direstorasi dan bukan merupakan bagian tertua dari bangunan tersebut. Kebakaran juga merusak beberapa karya seni pahat, lukisan, dan altar, tetapi dampak keseluruhannya “sangat terlokalisasi,” menurut dekan Katedral.
Api mulai berkobar pada Jumat sekitar pukul 21.15 waktu setempat, dilaporkan dipicu oleh mesin penyapu otomatis. Api dengan cepat menjalar ke bagian atap, memicu kekhawatiran akan bencana yang mengingatkan pada kebakaran Notre Dame tahun 2019 di Paris.
Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari 35 petugas berhasil mengendalikan api sebelum menyebar lebih jauh. Kepala pemadam kebakaran setempat, Daniel Munoz, mengatakan bahwa beberapa pilar roboh akibat kebakaran dan beratnya air yang digunakan untuk memadamkannya, menurut laporan surat kabar tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa atau orang yang terjebak, menurut lembaga penyiaran Spanyol Cadena SER.
Masjid-Katedral Cordoba, yang dibangun antara abad ke-8 dan ke-10, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1984. Situs tersebut menarik sekitar dua juta pengunjung pada 2024.
Sumber: Xinhua
