Iran mengibarkan bendera merah di Masjid Suci Jamkaran sebagai simbol balas dendam setelah serangan Israel. Foto/tasnim
TRANSINDONESIA.co | Kantor berita Iran, Fars, mengunggah video yang memperlihatkan bendera merah berkibar di atas masjid di kota Qom, Iran. Bendera itu dikibarkan setelah serangan Israel yang banyak membunuh para petinggi Iran.
“Bendera merah balas dendam berkibar di atas masjid suci Jamkaran,” ungkap kantor berita tersebut. Bendera merah tersebut sering kali dikibarkan di atas masjid selama bulan Muharram, saat umat Islam Syiah memperingati Hussein bin Ali, keturunan Nabi Muhammad. Jarang sekali bendera dikibarkan di luar bulan ini.
Bendera tersebut bertuliskan frasa bahasa Arab, “Ya la-Tharat al-Hussein,” yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai, “Hai para penuntut balas Hussein.” Sebagai cucu Muhammad, Hussein adalah salah satu tokoh paling suci dalam Islam Syiah, di mana ia adalah perwujudan keadilan.
Ia dibunuh pada tahun 680 dalam pertempuran Karbala, di Irak saat ini, oleh pasukan Yazid. Pertempuran ini dan kesyahidan Hussein merupakan unsur-unsur dasar Islam Syiah, dan menandai perpecahan definitif dengan Islam Sunni. Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran pada Jumat (13/6/2026) pagi, dalam operasi yang diberi nama “Rising Lion”, yang bertujuan “melenyapkan ancaman nuklir Iran”.
Keadaan darurat diumumkan di seluruh Israel, dengan komando garis depan menangguhkan semua kegiatan. Bandara Ben Gurion dievakuasi, semua penerbangan dibatalkan, dan wilayah udara ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan udara Israel menewaskan Mayor Jenderal Hossein Salami, komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, bersama dengan ilmuwan nuklir senior Fereydoon Abbasi dan Mohammad Mahdi Tehranchi. Yang juga tewas adalah Gholam Ali Rashid, kepala markas pusat militer Iran, dan Abdolhamid Minuchehr, kepala Fakultas Teknik Nuklir di Universitas Beheshti.
Menurut Radio Angkatan Darat Israel, seorang pejabat keamanan Israel mengatakan serangan pembuka menargetkan sistem pertahanan udara, lokasi rudal permukaan-ke-permukaan, dan melibatkan pembunuhan pejabat tinggi Iran dan ilmuwan nuklir terkemuka.
Reuters melaporkan kemungkinan seluruh Staf Umum Iran terbunuh cukup tinggi. Ledakan terdengar di seluruh Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Kantor berita Iran mengonfirmasi kematian dan cedera di beberapa daerah akibat serangan Israel. Militer Israel mengatakan mereka menyerang puluhan target Iran, termasuk markas militer, fasilitas, dan lokasi nuklir.
Pernyataan dari militer Israel berbunyi, “Berdasarkan arahan politik, kami meluncurkan serangan pendahuluan, tepat, dan terpadu berdasarkan intelijen berkualitas, untuk menyerang program nuklir Iran dan sebagai tanggapan atas agresi berkelanjutan rezim tersebut terhadap Negara Israel.”
Sumber: Sindonews.com
