Menteri Pertanian Jepang Eto Taku. Transindonesia co /Halo Jepang
TRANSINDONESIA.co | Akhirnya Menteri Pertanian Jepang Eto Taku mengundurkan diri karena pernyataan kontroversialnya tentang beras.
Pada Rabu, 21 Mei, ia resmi mengajukan pengunduran diri kepada Perdana Menteri Ishiba Shigeru.
Sebelumnya pada Minggu, 18 Mei, ia membuat pernyataan kontroversial. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membeli beras karena menerima beras secara gratis dari pendukungnya. Ia juga mengatakan memiliki begitu banyak beras sehingga bisa menjualnya.
Setelah itu, ia kemudian menarik kembali pernyataan yang dibuatnya saat harga beras sedang melonjak di Jepang. Namun masyarakat Jepang terlanjur kecewa dengan pernyataan tersebut.
“Eto memutuskan untuk mengundurkan diri karena jika kebingungan atas pernyataannya terus berlanjut, hal itu akan memengaruhi penerapan kebijakan pertanian. Saya menyetujui pengunduran diri itu,” kata Ishiba seperti dikutip NHK, Rabu, 21 Mei.
Setelah mengajukan pengunduran dirinya, Eto mengatakan kepada wartawan bahwa komentarnya merusak upaya pemerintah untuk menurunkan harga dan membangun kepercayaan di kalangan rakyat Jepang.
Ishiba sebelumnya bermaksud membiarkan Eto tetap menjabat dan memimpin upaya menstabilkan harga beras.
Anggota parlemen oposisi mengecam Eto atas pernyataannya dan menuntut agar ia segera dicopot dari jabatannya.
Presiden Partai Demokratik Konstitusional Noda Yoshihiko pada Rabu mengatakan, “Saya yakin pengunduran diri ini merupakan pemecatan secara de facto. Jadi, tindakan itu wajar saja”.
Menteri Baru
Perdana Menteri (PM) Ishiba Shigeru menunjuk Koizumi Shinjiro untuk menggantikan Eto Taku sebagai menteri pertanian yang mengundurkan diri akibat membuat pernyataan kontroversial soal beras.
Koizumi merupakan mantan ketua Komite Strategi Pemilu Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa. Penunjukan Koizumi selaku menteri pertanian dilakukan setelah Menteri Eto mengajukan pengunduran dirinya kepada Ishiba pada Rabu, 21 Mei.
Mengutip NHK, Koizumi yang berusia 44 tahun telah terpilih menjadi anggota Majelis Rendah sebanyak enam kali dari distrik ke-11 Kanagawa. Ia pertama kali terpilih pada 2009 di usia 28 tahun, menggantikan ayahnya, mantan Perdana Menteri Koizumi Junichiro.
Ia menjadi anggota Kabinet untuk pertama kalinya pada 2019, sebagai menteri lingkungan hidup di bawah mantan PM Abe Shinzo. Saat itu ia berusia 38 tahun.
Ia tetap dipercaya sebagai menteri lingkungan hidup dalam pemerintahan mantan PM Suga Yoshihide.
Setelah peresmian pemerintahan Ishiba, Koizumi diangkat sebagai ketua Komite Strategi Pemilu partai, tetapi mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas kemunduran besar partai dalam pemilihan Majelis Rendah pada Oktober tahun lalu.
Dengan penunjukan Koizumi, yang memiliki pengalaman Kabinet dan pengetahuan yang kuat tentang kebijakan pertanian, Ishiba tampaknya berniat memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintahannya dan melanjutkan upaya untuk menstabilkan harga beras. [sfn]




