Peserta Nobar Film Tabayyun dengan PT.SGL bersama artis pendukung Jenny Rachman, di XXI Plaza Senayan,Ahad (11/5/2025). Transindonesia.co /Mirza Ichwanuddin
TRANSINDONESIA.co | Kegemaran mengumpulkan para sahabat, handai taulan dan kerabat jadi sebuah hal yang kerap dilakukan oleh The Pawaka’s. Namun menyatukan mereka dalam sebuah ruang dan waktu, lintas generasi dan beragam kalangan baru tercapai pada Ahad (11/5/2025), di XXI Plaza Senayan, dengan acara bertajuk Nobar Film Tabayyun dan sebanyak 132 orang hadir sesuai dengan kapasitas kursi yang tersedia di ruang teater 7 itu.
“Banyak diantara kami saat lebaran kemarin tidak ketemu, kalau pun ada yang satu maka yang lain pun nggak ikut. Nah di sini sengaja kami kumpulin semua sembari menghayati hikmah yang terkandung dalam film Tabayun ini,” begitu Vonny R Pawaka membuka percakapan usai menonton film tadi.
“Selain teman-teman Boedoet lintas angkatan, ada yang dari B 81, B 82 hingga B 85. Juga sahabat putra putri eks TGP dimana dulu papi (alm Soewarso Pawaka) bergabung dan berjuang bersama mereka. Bahkan keluarga besan pun kami undang untuk nonton bareng”.
Ketika ditanya lebih lanjut, maksud dari acara nobar ini, sang adik, Ade Juliani Pawaka pun menambahkan, “Sebagai bagian melanjutkan kebiasaan dari ayah kami yang senang berbagi dan bersedekah. Bahkan prinsip beliau GIVE MORE GET EVENT MORE selalu kami ingat. Semangat berbagi itulah hingga acara nobar ini bisa terlaksana”.
Lebih lanjut Ade pun menambahkan, “Dalam banyak hal di kehidupan nyata, sering kali kita terjebak pada sebuah pemahaman yang salah. Mau bertanya tentang hal tersebut, nggak berani atau bahkan malas karena buat crossing check jadi sebuah hal yang sulit dilakukan. Ternyata lewat film Tabayyun ini kita memang diingatkan untuk bersungguh-sungguh mencari makna yang benar sesungguh atas sesuatu hal itu, bukan berdasarkan persepsi kita semata namun sesungguhnya kebenaran hakiki yang harus kita tuju”.
Ade pun mencontohkan, “Seperti yang baru kita lihat barusan di film tadi. Ketika Arlo terlihat begitu menyintai Zalina, maka sebagai orang tua, Bu Samira merasa perlu untuk mengetahui bibit bebet bobotnya Zalina. Ternyata, begitu gamblangnya dia (Zalina) menyeritakan akan masa lalunya, didapatkan data betapa pelik orang yang dicintai anaknya itu. Namun berkat Tabayyun itu sendiri, Arlo pun seakan sadar, selama ini dia menganggap ayahnya adalah sosok yang egois. Padahal, karena ibunya yang wanita super sibuk itu pun membuka peluang bagi ayahnya untuk berselingkuh dan lari dengan wanita lain dan meninggalkan istri dan anaknya. Masalah, seberat apapun harus ditemukan kebenarannya. Meski ketika itu kita dapat, harus siap juga menelan kenyataan pahit pada kebenaran itu sendiri”.

Dari yang datang, terlihat beberapa interaksi dari kelompok penonton yang diundang. Ada yang sibuk saling berkenalan dan saling update cerita di seputar mereka. Meski banyak didominasi oleh suasana reunian saja. Maklum sebagian yang diundang adalah alumni Boedoet (SMAN 1 Jakarta) tempat beberapa anak dari keluarga Pawaka yang menamatkan SMA-nya di sana, termasuk salah satu menantunya, Ayu Diah Pasha. Bintang sinetron sekaligus film yang kerap tampil di beberapa film nasional.
“Sepulangnya mereka dari sini diharapkan mereka paham akan makna hakiki dari Tabayyun itu sendiri. Di era serba digital yang penuh noise ini, menjaga cinta tetap waras adalah sebuah perjuangan. Kita perlu lebih banyak ruang tabayyun daripada sekadar scrolling dan stalking. Kita perlu lebih sering bertanya langsung ketimbang mempercayai sinyal-sinyal yang belum tentu benar. Karena cinta yang sehat lahir dari keberanian untuk mencari kejelasan dan kebenaran,” lanjut Ade lagi seakan berfilosofi.
Sebagai penutup Ade pun menitipkan pesan, “Ketika ada sesuatu yang terasa ganjil, bicarakan. Ketika ada kabar yang tak menyenangkan, klarifikasi. Ketika hati mulai resah, bertabayyun-lah. Karena di balik semua itu, sering kali kita menemukan bahwa apa yang kita khawatirkan hanyalah ilusi dari prasangka kita sendiri”.
Bukan hanya pada minggu kemarin saja nobar itu digelar. Karyawan PT Suryamas Gemilang Lubricant tempat dimana Ade Juliani memimpin di sana pun mendapatkan giliran yang sama pada Selasa (13/5) di XXI Kelapa Gading yang menghadirkan peserta nobar sebanyak 120 orang. Bukan tanpa maksud, dengan ajakan nobar itu, para karyawan dapat memahami makna terdalam dari Tabayyun itu sendiri agar tidak mudah termakan fitnah dan gosip. (Mirza Ichwanuddin)
