Korban Gempa M7.7 Myanmar dan Thailand Tembus 3000 Jiwa, TNI Berangkatkan Satgas Kemanusiaan
TRANSINDONESIA.co | Junta Militer Myanmar melaporkan korban tewas Gempa Bumi M7.7 dan M6.7 Myanmar hingga, Selasa 1 April 2025 pagi, tembus 3.034 jiwa. Korban luka 3.517 orang luka-luka dan 359 orang hilang di seluruh Myanmar.
Untuk di Thailand berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 18 orang tewas, 68 orang luka dan untuk data orang hilang masih belum diperbaharui namun diperkirakan masih ada sekitar 118 orang hilang yang didominasi oleh pekerja gedung yang runtuh.
Tidak ada WNI yang menjadi Korban gempa bumi, baik di Myanmar ataupun di Thailand.
Sementara, bangunan rusak di seluruh Myanmar mencapai 13.000 rumah rusak, 157 Pagoda rusak, 52 masjid rusak, 71 gereja rusak
Proses evakuasi terus dilakukan di dua negara tersebut. Bantuan internasional segera meringankan beban dan membantu proses pencarian korban.
TNI Berangkatkan Satgas Bantuan Kemanusiaan
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan T, sebagai Irup Apel Kesiapan dan Pemberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan (Banusia) Luar Negeri meninjau langsung kesiapan dan pemberangkatan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Myanmar. Apel Kesiapan dan Pemberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan berlangsung di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Senin (31/3/2025).
Wamenhan menegaskan bahwa misi ini merupakan wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap masyarakat internasional yang terdampak bencana. “Saya memberikan apresiasi kepada personel yang akan berangkat melaksanakan Satgas Bantuan Kemanusiaan, ditengah cuti lebaran harus kembali untuk melaksanakan tugas negara ini,” ujarnya.
Satgas Bantuan Kemanusiaan (Bannusia) Bencana Gempa Bumi dipimpin oleh Kolonel Pnb Beni Aprianto sebagai Mision Commander beserta 37 personel yang terdiri dari TNI, PMK, BNPB dan BASARNAS. Keberangkatan Tim Aju Satgas Bantuan Kemanusiaan ini membawa bantuan kemanusiaan serta menjalankan misi tanggap darurat di wilayah terdampak. Rombongan diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU C-130J-30 Super Hercules A-1342, yang membawa muatan logistik seberat 12.240 kg yang terdiri dari 30 Tenda dari Kemhan, bahan makanan (mie instan) dari Kemhan, Logistik BNPB, dan 1 unit Truck Basarnas.
Disela Apel Kesiapan dan Pemberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri ini, Letda infantri Lutfi Komandan Peleton (Danton) dari Bataliyon Infanteri 305/Tengkorak menegaskan, “Telah mendapatkan perintah tugas ditengah melaksanakan cuti lebaran bersama keluarga di Kabupaten Bandung pada malam takbiran dan diperintahkan untuk kembali ke Bataliyon meninggalkan istri dan kedua anaknya dikampung halaman,” tegasnya.
Pesawat Hercules yang membawa Satgas dan bantuan kemanusiaan dijadwalkan akan menempuh perjalanan langsung ke Myanmar dengan rute penerbangan Halim PK – Banda Aceh (RON) – Naypyidaw (NPT), Myanmar dan bergabung dengan tim tanggap darurat di lokasi bencana.
Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen bangsa Indonesia dalam memberikan bantuan kepada negara-negara yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran TNI dalam operasi non-militer di tingkat global. [man/sfn]