Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Almarhamah Khairu dan santri menerima bantuan PIS BerSEAdekah langsung diserahkan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri pada pada puncak HUT ke-8 PT Pertamina International Shipping (PIS) di Yudhistira Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Senin (23/12/2024). Transindonesia.co /HA. Sofyan
TRANSINDONESIA.co | PT Pertamina International Shipping (PIS) yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina serahkan bantuan operasional kepada enam yayasan anak yatim dan tak mampu dari enam agama pada puncak HUT PIS ke-8 yang digelar secara sederhana dan khidmat di Yudhistira Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Senin (23/12/2024).
Selain memberi bantuan dana operasional Rp25 juta untuk setiap yayasan, juga diberikan uang saku Rp200 ribu serta paket bingkisan sekolah untuk setiap santri atau anak.
Yayasan Almarhamah Khairu Ummah yang beralamat di Jalan Darussalam (Betok), RT02/RW05, Kampung Cimuning, Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan satu satunya yayasan Islam yang mendapat bantuan operasional dan uang saku untuk santri.
Batuan operasional dan uang saku BerSEAdekah PIS ini diserahkan langsung Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri didampingi CEO PIS Yoki Firnandi, kepada Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Almarhamah Khairu Ummah H. Andi Zainal Tjoppo, dan perwakilan santri Zubair Abdurrahman dan Tedi Haryanto.
8 Jejak Keberhasilan PIS
Acara yang dihadiri pemegang saham PIS, para pejabat utama dan jajaran PIS, Yoki Firnandi membeberkan di tahun ke-8 ini sederet capaian PIS, yang menembus cakrawala dunia, yakni:
1. Dukung Ketahanan Energi Nasional, Angkut Miliaran Liter Energi ke Penjuru Negeri
2. Penguatan Armada Berstandar Internasional dan Ramah Lingkungan
3. Pertumbuhan Bisnis Signifikan
4. Memperluas Jenis Kargo
5. Harumkan Indonesia di Pentas Dunia
6. Langkah Nyata Menuju Nol Karbon 2060
7. Siapkan Terminal Energi Masa Depan
8. Kebermanfaatan untuk Lautan dan Masyarakat Indonesia.
“PIS terus membuktikan perannya sebagai motor utama angkutan energi nasional melalui berbagai pencapaian monumental. Salah satunya adalah capaian di mana Pertamina Group kini berhasil memiliki lebih dari 100 armada tanker milik” ujar Yoki Firnandi.
Dikatakannya, PIS berperan sebagai urat nadi yang tak terlihat namun sangat vital. Yogi juga menceritakan sejarah PIS mengelola kapal tanker, bahwa Indonesia di masa kejayaan telah ada pada tahun 1959 telah berlayar mengantar minyak mentah ke Amerika Serikat.
“Tidak hanya menjadi tulang punggung angkutan laut dalam negeri, PIS juga terus kembangkan layar untuk harumkan nama Indonesia di lautan dunia,” terangnya .
Saat ini PIS mengelola 700 armada kapal, 300 di antaranya adalah kapal tanker, ditambah juga terminal penyimpanan, dan distribusi energi berbasis laut, PIS sebagai Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) Pertamina memastikan aliran energi terus berjalan tanpa hambatan, menghubungkan pulau-pulau di nusantara, menjadikan lautan Indonesia sebagai jalur energi yang menggerakkan perekonomian bangsa.
“Kesuksesan PIS tak lepas berkat kerja keras seluruh Perwira, kru dan dukungan serta sinergi Pertamina Group,” ucap Yoki.
Sementara, keberhasilan ke 8 yakni kebermanfaatan untuk lautan dan masyarakat Indonesia melalui payung program BerSEAnergi untuk Laut, PIS merealisasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan dalam melindungi laut dan membantu membangun kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan komunitas pesisir.
Program ini mencakup kegiatan mulai dari pendidikan literasi bagi anak usia sekolah yang bertajuk LiteraSEA, pemberdayaan dan peningkatan kesehatan masyarakat pesisir, coastal clean up, hingga konservasi biota dan ekosistem laut seperti mangrove, terumbu karang, dan hiu paus.
Pada program LiteraSEA, tercatat ada 5.000 siswa di 49 sekolah se-Indonesia sebagai penerima manfaat program. Tak hanya itu, program ini juga ikut membangun dan merenovasi perpustakaan sekolah.
Bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli, PIS membantu menyediakan Rumah Sakit Terapung di Papua Barat yang melayani 3.370 pasien.
PIS juga telah menanam 10.000 pohon mangrove di wilayah pesisir Indonesia dan mendukung konservasi hiu paus dengan melakukan geo-tagging hiu paus di Kwatisore, Kabuaten Nabire.
BerSEAnergi untuk Laut ini membawa PIS memimpin transisi energi dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta meningkatkan tata kelola perusahaan menjadi lebih berkelanjutan. Total penerima manfaat program TJSL PIS ini sudah mencapai 9.000 orang. [sfn]
