Ilustrasi kapal tengelam (Foto: Istimewa)
TRANSINDONESIA.co | Tim penyelamat di Myanmar telah menemukan sebanyak jenazah setelah sebuah kapal tenggelam di Laut Andaman. Kapal tersebut mengangkut sekitar 30 orang dan mengalami kecelakaan saat berlayar di lepas pantai selatan Myanmar.
Seorang biksu dari desa Kyauk Kar mengungkapkan 10 jenazah ditemukan pada malam hari. Sementara itu, satu jenazah ditemukan pada pagi hari, dilansir dari The Straits Times.
Kapal itu berangkat pada malam Minggu (20/10/2024) dan membawa banyak pelajar yang kembali ke kota Myeik. Biksu tersebut menyebutkan kapal berangkat pada pukul 9 malam, yang dianggap terlalu larut, dan kapal mengalami kelebihan muatan.
Warga desa melakukan kremasi untuk 11 jenazah yang ditemukan dan tim penyelamat sedang mencari sisa penumpang yang hilang. Namun, tidak ada jenazah yang ditemukan berasal dari kalangan pelajar.
Kapal-kapal di Myanmar sering kali berlebih muatan, dan kecelakaan bisa menyebabkan jumlah korban jiwa yang tinggi. Proses pencarian dan pengambilan jenazah bisa memakan waktu berhari-hari, mengingat kondisi laut dan keamanan.
Kapal tersebut berangkat dari desa Kyauk Kar di wilayah Tanintharyi selatan, yang merupakan daerah pesisir. Para penumpang umumnya menggunakan kapal sebagai moda transportasi utama karena akses jalan yang terbatas.
Kecelakaan ini menyoroti masalah keselamatan transportasi di Myanmar, yang sering kali diabaikan. Banyak kapal yang tidak mematuhi standar keselamatan yang memadai, sehingga mengakibatkan risiko bagi penumpang.
Sebagian besar penumpang kapal tersebut adalah pelajar, yang biasanya mengandalkan perjalanan laut untuk kembali ke sekolah. Kondisi cuaca dan jam keberangkatan yang tidak tepat juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.
Tim penyelamat berusaha mencari penumpang yang hilang, tetapi medan yang sulit dan kondisi laut yang tidak menentu, pencarian menjadi sulit. Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat meningkatkan regulasi untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang. [rei]







