Badai Topan Hantui Taiwan. (Foto: Antara)
TRANSINDONESIA.co | Taiwan membatalkan penerbangan domestik dan sekitar tiga ribu orang dievakuasi akibat badai topan Haikui, Minggu (3/9/2023). Topan ini diperkirakan akan membawa hujan lebat dan angin kencang ke selatan dan timur pulau itu.
Haikui diperkirakan akan mencapai wilayah pegunungan dan berpenduduk jarang jauh di tenggara Taiwan. Kabupaten dan kota di timur dan selatan meliburkan sekolah dan kantor.
“Masyarakat diminta untuk tetap di rumah. Serta tidak mendaki gunung, ke pantai, memancing atau melakukan olahraga air,” kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen seperti dilansir Reuters, Minggu (3/9/2023).
Lebih jauh, ia mengatakan pada pertemuan para pejabat manajemen bencana bahwa ini akan menjadi topan pertama. Khususnya yang melanda pulau itu dan melintasi pegunungan tengahnya dalam empat tahun.
Haikui adalah badai yang jauh lebih lemah dibandingkan Topan Saola yang melanda Hong Kong dan provinsi Guangdong di Tiongkok selatan. Haikui diperkirakan hanya merupakan topan Kategori satu atau dua ketika melanda Taiwan.
Dua maskapai penerbangan domestik utama Taiwan, UNI Air dan Mandarin Airlines, membatalkan semua penerbangan. Sementara layanan feri ke pulau-pulau sekitarnya juga dibatalkan.
“Gangguan terhadap penerbangan internasional berkurang, dengan hanya 37 pembatalan. Badan Penerbangan Sipil Militer telah mengerahkan tentara dan peralatan untuk membantu upaya bantuan banjir dan evakuasi,” ujarnya. [ant/rts]





