Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan pers di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (4/8/2023). (Foto: Setwapres)
TRANSINDONESIA.co | Kurangnya antisipasi banyak jamaah lansia dan cuaca panas disebut menjadi faktor banyaknya jemaah haji wafat di tahun ini. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta dua persoalan itu menjadi evaluasi penyelenggaraan haji di 2024.
“Nah tahun ini memang ada masalah yang perlu mendapat perhatian lebih serius. Banyaknya yang wafat, itu kan karena memang pertama tentu banyak jamaah haji yang lansia,” ujar Wapres saat memberikan keterangan pers usai menyaksikan pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur di Odah Etam, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (4/8/2023).
Yang kedua, sambung Wapres, cuaca di Tanah Suci yang sedang panas-panasnya saat pelaksanaan prosesi ibadah haji. “Dalam menghadapi dua hal ini kurang disiapkan antisipasinya,” ucapnya.
“Termasuk juga mungkin aturan-aturan di Saudi. Sinkronisasi aturan menghadapi jamaah lansia, dan cuaca panas kan mesti ada langkah-langkah antisipatifnya,” ujarnya.
Menurut Wapres, faktor-faktor tersebut perlu dievaluasi sebagai langkah antisipasi penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang. “Selain daripada apa yang dievaluasi tahun ini, tahun depan harus diantisiapsi hal yang tentu akan terjadi,” ucap Wapres.
“Kita tidak tahu yang akan datang ini masalahnya apa, masalah-masalah yang dihadapi ini diantisipasi. Jadi menyikapi kekuarangan kemarin dan harus juga tantangan ke depan belum tentu sama, bisa saja berbeda,” kata Wapres mengingatkan.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, 772 jamaah haji wafat di Tanah Suci pada 2023. “Itu harus kita siapkan di dalam rangka kita melakukan evaluasi harus sesempurna mungkin, seoptimal mungkin,” ujarnya. [rri]







