Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kiri) dan Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) saat memberikan keterangan pers terkait bantuan kemanusiaan untuk bencana alam di Myanmar. Foto : Tangkapan layar YouTube Kemenko PMK
TRANSINDONESIA.co | Pemerintah Indonesia akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar akibat badai sikon bulan Mei lalu. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam agenda Rapat Tingkat Menteri (RTM), Rabu (14/6/2023).
Muhadjir mengatakan bahwa nantinya Indonesia akan mengirimkan bantuan berupa barang dengan kisaran harga mencapai Rp7 miliar. “Bantuan nanti diberikan dalam bentuk barang nilainya sekitar 7 miliar rupiah, kita kirim insya allah 26 juni 2023,” kata Muhadjir usai menggelar Rapat Tingkat Menteri Pembangunan Bandara Vanuatu di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2023).
Muhadjir mengatakan, fokus bantuan yang akan diberikan berkaitan dengan proses penanganan bencana Myanmar dari transisi darurat menuju pemulihan. Sehingga memerlukan bantuan yang bersifat jangka panjang.
“Seperti bantuan kebutuhan rekonstruksi atau pertukangan, bantuan pangan gizi, layanan kesehatan esensial. Termasuk air bersih, sanitasi dan respon cepat terhadap penyakit yang mudah menular,” ucapnya.
Menurutnya, posisi Indonesia dalam mengirimkan bantuan sangat strategis mengingat kedua negara merupakan anggota ASEAN. “Apalagi Indonesia sekarang berada dalam posisi Keketuaan ASEAN, sehingga posisi Indonesia sangat strategis dalam pemberian bantuan ini,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, wilayah Negara Bagian Rakhine, Myanmar dilanda bencana Siklon Mocha pada Minggu (14/5/2023). Bencana alam itu menewaskan lebih dari 400 jiwa dan berdampak pada 5,4 juta penduduk setempat. [rri]





