Pengunung memperlihatkan kerajinan berbahan baku pohon kelapa karya perajin pulau Weh saat pameran UMKM Sabang Marine Festival (SMF) 2023 di Sabang, Aceh, Minggu (19/3/2023). (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/YU)
TRANSINDONESIA.co | Kementerian Perdagangan menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Magelang membangun konektivitas di pasar ASEAN. Salah satunya dengan mengikuti pameran ASEAN Economic Ministers (AEM), 20 hingga 23 Maret 2023.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djamitko Bris Witjaksono menyatakan, para pelaku UMKM dapat memperluas pasar. Caranya dengan menciptakan konektivitas ke seluruh negara ASEAN.
“Pelaku UMKM berharap, AEM ini mampu menjadi ajang untuk mengenalkan produknya lebih luas lagi. Yakni kepada delegasi yang berasal dari seluruh negara anggota ASEAN,” kata Djatmiko di sela berlangsungnya acara.
Menurutnya, seluruh negara ASEAN sepakat untuk senantiasa mendukung dan mendorong perluasan pasar UMKM. Hal itu dikarenakan UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian.
“Dalam berbagai perjanjian perdagangan, sektoral, regional, multilateral, perhatian ke pelaku UMKM cukup besar. Kami menyadari, para pelaku ekonomi kecil dan menengah itu memiliki daya tahan yang relatif baik terhadap guncangan atau kondisi ekstrem,” katanya.
Sebanyak 22 UMKM di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah turut memanfaatkan rangkaian pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) seperti produk pakaian, kerajinan tangan hingga makanan dan minuman (mamin) khas Magelang.
Di klaster fesyen, ada Batik Saniyya dan Ecoprint Sahara Prestasi. Di klaster kerajinan, Karya Batu Indah (kerajinan batu), Selo Aji (kerajinan batu), Dande Leather Goods (kerajinan kulit).
Ada juga Nafis Souvenir (kerajinan tanduk), Sals Wood Craft (kerajinan kayu). Serta Pandan Langit (kerajinan daun pandan), dan Kirana Ecoprint Borobudur (ecoprint).
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang Basirul Hakim menyatakan, cukup antusias dengan gelaran AEM Retreat ke-29. Pertemuan antarmenteri ekonomi ASEAN ini berdampak pada perekonomian daerah, khususnya pelaku UMKM.
“Kami kerap mengajak UMKM unggulan di Kabupaten Magelang dalam berbagai pameran. Kali ini, di kegiatan AEM Retreat 2023,” ujarnya.
Dijelaskan Basirul, potensi UMKM di Kabupaten Magelang sangat menjanjikan. Terdapat lebih dari 106 ribu pelaku UMKM dengan berbagai produk akhir, seperti makanan olahan, kerajinan, batik, dan aneka kuliner.
Diperkirakan potensi tersebut mampu menyerap 161.552 orang tenaga kerja. Pameran merupakan upaya memperkenalkan produk lokal dan memperluas jaringan pemasaran untuk ekspor agar lebih memiliki daya saing.[rri]







