Direktur Sumber Daya Ikan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana dalam Pertemuan Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Peluncuran Program Perbaikan Perikanan Gurita (Fishery Improvement Programme/FIP) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/2/2023). (Foto: Humas KKP/ist)
TRANSINDONESIA.co | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan potensi perikanan gurita begitu besar. Bahkan Indonesia termasuk 10 negara besar pengekspor gurita dunia.
“Permintaan gurita juga pada pasar global terus meningkat. Dan memasukkan Indonesia negara kita sebagai 10 besar negara pengekspor gurita,” kata Direktur Sumber Daya Ikan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana dalam Pertemuan Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Peluncuran Program Perbaikan Perikanan Gurita (Fishery Improvement Programme/FIP) di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/2/2023).
Menurut Ridwan, posisi Indonesia bersanding dengan negara-negara utama pengimpor utama gurita dunia seperti Amerika Serikat, Italia hingga China. Adapun berdasarkan data tahun 2016 hingga 2019, nilai transaksi per tahunnya mencapai 98 juta US Dollar.
Ridwan menekankan, produk-produk perikanan gurita Indonesia pun sudah masuk ke pasar Eropa. “Bersama-bersama dengan AS, Italia dan China sebagai pengimpor utama yang menghasilkan sekitar 98 juta US Dolar per tahun,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong perbaikan tata kelola perikanan gurita di dalam negeri. Hal itu guna menciptakan praktik pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mencegah over fishing.
Perbaikan tata kelola tidak hanya pada penangkapan yang berkelanjutan, tetapi juga pada proses produksi yang memiliki nilai tambah lebih. Seperti mengolah gurita menjadi produk gurita beku berbentuk bunga yang digemari konsumen.
“Nah ini penting ya mumpung kita belum mengarah kepada peningkatan efort penangkapan dan sebagainya, kita terhindar over fishing dan sebagainya. Maka ini perlu fip untuk gurita ini,” ucapnya.[rri]







