Ilustrasi
TRANSINDONESIA.co | Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, stres adalah gangguan emosional yang disebabkan faktor luar. Atau bisa pula diartikan sebagai ketegangan. Stres bukanlah keadaan yang baik. Semua orang sepakat tentang hal tersebut.
Tetapi baru-baru ini ada sebuah penelitian yang cukup kontroversial, mengatakan bahwa stres dalam kondisi tertentu adalah baik. Mereka adalah para ahli dari University of Michigan, Amerika, yang melakukan percobaan kepada manusia dan hewan.
Kesimpulan dari riset tersebut mengatakan bahwa beberapa jenis stres pada usia muda, justru cenderung menyebabkan orang itu panjang umur. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Secara ilmiah bisa dijelaskan karena stres di usia muda itu bisa meningkatkan resistensi pada stres selanjutnya yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Yang artinya, beberapa stres yang pernah dialami justru membuat kita lebih mampu melawan stres yang mungkin akan terjadi berikutnya.
Mirip seperti orang yang baru belajar naik sepeda, setelah jatuh satu kali biasanya ia akan lebih tahu caranya mengendarai dengan seimbang. Ini berarti jatuh itu baik, karena menyebabkan ia mampu resisten agar tidak jatuh-jatuh lagi.
Apa pelajaran yang dapat kita petik dari sini? Bahwa segala sesuatu tak mungkin sepenuhnya tidak baik. Ketika tampak padanya ketidakbaikan, maka pasti dibalik itu ada pula kebaikannya yang belum kita ketahui.
Manusia juga begitu. Orang yang selama ini kita kenal kurang baik perbuatannya, pasti menyimpan sifat baik juga. Hanya mungkin kita saja yang tidak mengetahui. Dengan begitu, kita bisa tetap khusnuzon kepadanya.
Dalam hal ini Allah memberi contoh pada keledai, hewan yang satu ini digambarkan memiliki suara yang tidak bagus seperti tersebut dalam Surat Lukman ayat 19,
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Meski demikian, dalam Surat An-Nahl ayat 8 Allah menyebut kelebihan keledai sebagai hewan yang bisa dijadikan tunggangan, sehingga membantu manusia pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Jadi dalam setiap hal itu tersimpan kelebihan dan kekurangan. Maka tetaplah khusnuzon kepada semua orang.
Salam Hijrah.
Ustadz Arafat







