Rapat kerja PT. Raja Rumah Bekasi di Graha Kartika, Kota Bekasi pada Ahad (28/11/2021).[Transindonesia.co /RRB]
TRANSINDONESIA.co | PT Raja Rumah Bekasi (RRB) menggelar Rapat Kerja Raja Rumah Bekasi perdana bersama seluruh tim building pada hari Ahad 28 November 2021.
“Hari ini adalah langkah awal bagi Raja Rumah Bekasi menjadi pengembang perumahan yang tumbuh dan profesional dengan di dukung oleh tim building yang solid dan memiliki pengalaman yang cukup baik untuk terus melahirkan karya-karya properti yang berkelas dan bermutu,” ujar Gunanjar Subarkah, ST, SE selaku Direktur Utama PT Raja Rumah Bekasi (RRB) dalam conference press di Graha Kartika Jalan Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Gunanjar mengakui di era tim building (tukang bangunan) yang baru ini ada banyak perubahan dan inovasi. Tim building ini, kata Ginanjar statusnya bukan karyawan tetap, sama seperti tenaga marketing yang jumlahnya lebih dari 50 orang.
Sepanjang tahun ini Raja Rumah Bekasi telah membangun 8 unit rumah dan rata-rata client-nya cukup puas dengan sistem dan transparansi dari awal pembangunan mulai dari proses pemilihan material yang diserahkan sepenuhnya sesuai selera client. “Jadi project kita tidak ada yang dibangun atas kemauan kita tapi semua unit yang kita bangun sesuai custom kemauan konsumen,” imbuhnya.
Saat ini, kata Gunanjar, permintaan client untuk bangunan rumah custom adalah type 38 M, “paling terbesar saat ini kita bangun 2 lantai sekitar 160 meter 2 lantai 1 80 lantai 2 80. Nggak semua di Bekasi, saat ini di Jakarta Timur, Jatinegara Indah,” ujarnya.
Sejauh ini Raja Rumah Bekasi baru berfokus membangun rumah hunian dan cukup menghubungi marketing jika akan order pembangunan
“Prosesnya sendiri biasanya memakan waktu 2 sampai 3 Minggu baru action. Pembayaran bertahap termin by progress,” ucapnya.
Saat pandemi ini pihaknya masih bisa mem-back up pekerjaan. “Bisa kita handle, perbedaannya adalaj permintaan selama sebelum pandemi banyak” kata Gunanjar
Gunanjar menambahkan sejauh ini proses di lapangan kadang masih terkendala birokrasi. Hal ini berkaitan juga dengan adanya perubahan pembaharuan IMB oleh Pemerintah Daerah.
Untuk Pemerintah, Gunanjar berharap ada transparansi proses perizinan. Karena selama ini pihaknya menilai Pemda masih tertutup sehingga ada birokrasi di lapangan yang menyebabkan tingginya biaya.
Terkait harga, Gunanjar mengaku selama ini menyesuaikan saja dengan harga material bahan bangunan. Namun ia Pastikan harga rumah di Raja Rumah Bekasi masih cenderung terjangkau bahkan miring di kisaran 3.5 sampai 4 juta permeter.
Gunanjar berharap hasil Raker hari ini mampu membawa pemahaman kepada para tenaga kerja akan jaminan hari tua.
“Bagi para pekerja bangunan fokus saja bekerja dengan baik, dan kita siapkan jaminan hari tua” tandasnya.[ris]







