Presiden dan Wakil Presiden terpilih AS, Joe Biden dan Kamala Harris, menjawab pertanyaan wartawan setelah pertemuan daring dengan Asosiasi Gubernur Nasional di Wilmington, Kamis, 19 November 2020. (Foto: Reuters)
TRANSINDONESIA.CO – Ron Klain, seorang pembantu utama Biden, mengatakan pada Minggu (22/11) bahwa Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, berencana menunjuk anggota pertama Kabinetnya pada Selasa (24/22).
Rencana itu tetap dilakukan, meski Presiden Donald Trump mendesak Partai Republik agar membantunya dalam upaya hukum jangka panjang untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilihan presiden.
Dalam wawancara untuk acara “This Week” di stasiun televisi ABC, Klain, yang akan menjabat kepala staf Gedung Putih dalam pemerintahan Biden, menolak mengatakan siapa yang akan ditunjuk Biden sebagai menteri tertentu. Namun, Biden mengatakan pekan lalu bahwa ia telah menetapkan siapa yang akan menjadi menteri keuangan dan bahwa pilihannya akan menarik “semua elemen Partai Demokrat, progresif sampai koalisi moderat.”
Meski demikian, Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan nama-nama pertama anggota kabinetnya pada hari Selasa (24/11), yang kabarnya akan mencakup mantan deputi menteri luar negeri Antony Blinken sebagai pilihannya untuk memimpin Departemen Luar Negeri.
Blinken memiliki hubungan dekat dengan Biden setelah menjabat berbagai peran dalam bidang keamanan nasional tingkat tinggi sewaktu Biden menjadi wakil presiden semasa pemerintahan Barack Obama. Perkiraan nominasinya dilaporkan oleh berbagai media berita pada Minggu (22/11) malam.
Juga di antara yang diperkirakan menjadi pilihan anggota kabinetnya adalah Linda Thomas-Greenfield, mantan asisten menteri luar negeri urusan Afrika, sebagai calon Biden untuk menjadi duta besar AS bagi PBB, dan Jake Sullivan sebagai penasihat keamanan nasional Biden.
Sementara Biden bersiap menjabat presiden ke-46 dan dilantik pada 20 Januari, Trump menolak menyerah.
Pada Minggu (22/11), ia mengatakan kepada pengikutnya di Twitter, “Kita akan temukan sejumlah besar surat suara palsu. Ayo Partai Republik, berjuang keras.” Namun, perjuangan hukum Trump sejauh ini tidak berhasil.
Sumber : Voaindonesia




