Ditresnarkoba Polda Kepri memperlihatkan tersangka dan barang bukti sabu sebelum dimusnahkan di Mapolda Kepri, Jumat (2/10/2020).[Transindonesia.co/Polda Kepri]
TRANSINDONESIA.CO – Polda Kepulauan Riau (Kepri) musnahkan narkoba jenis sabu sebanyak 5.652,2 gram merupakan barang bukti dua kasus dengan 3 orang tersangka.
Dari 2 Laporan Polisi didapati 2 tersangka berinisial KA dan AD dengan barang bukti seberat 5.925 gram yang diamankan Tim Korpolairud Mabes Polri di Pintu Masuk Pelabuhan Penyebrangan Roro Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepri (pada posisi 01º 02′ 092″U – 104º07′ 982″ T) dari Laporan Polisi LP – A / 124 / IX / 2020 / SPKT – Korpolairud pada 1 September 2020.
Selanjutnya, 1 tersangka berinisial SS yang diamankan Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri di Depan Pintu Keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, dengan barang bukti seberat 189 gram dari Laporan Polisi LP-A /129/IX/2020/ SPKT-Kepri pada 18 September 2020.
“Pemusnahan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan Tindak pidana Narkoba yang terjadi selama Periode September 2020 dengan 2 Laporan Polisi dan 3 tersangka. Jumlah Barang bukti yang berhasil disita dari 3 tersangka tersebut adalah 6.114 gram,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, didampingi Wadir Resnarkoba Polda Kepri AKBP Dasmin Ginting, Perwakilan BNNP Kepri, Perwakilan LSM Granat dan Perwakilan Balai POM, di Mapolda Kepri, Jumat (2/10/2020).
Barang bukti sejumlah 6.114 gram yang dilakukan pemusnahan adalah seberat 5.652,2 gram, sedangkan sisanya seberat 54 gram diperuntukan untuk pembuktian perkara di Pengadilan dan 407,8 gram diperuntukan untuk uji Labfor cabang Polda Riau.
Selanjutnya barang bukti narkotika jenis sabu dimusnahkan dengan cara direbus dengan air panas dan kemudian dibuang ke dalam septi tank.
Atas perbuatanya para tersangka diterapkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) Dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun, Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.[ful/red]





