Klaim pengangguran di Amerika Serikat pekan lalu mencapai rekor sejak Depresi Besar tahun 1967 (gambar: tradingeconomics.com)
TRANSINDONESIA.CO – Dampak pandemi Virus Corona (Covid-19) sungguh dahsyat. Amerika Serikat pun, negara ekonomi terbesar dunia dikejutkan dengan fakta terbaru. Klaim pengangguran di negeri adidaya itu sungguh mengagetkan, melesat 10 kali lipat dan mencapai rekor tertinggi sejak tahun 1967. Dunia keuangan terjun bebas.
Pekan lalu, Kementrian Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mencapai 3,283 juta. Jumlah ini melesat 10 kali lipat lebih dari minggu sebelumnya yang hanya 282 ribu klaim. Angka ini jauh lebih tinggi dari klaim pengangguran sejak Depresi Besar pada 1967. Angka tertinggi sebelumnya terjadi pada 2 Oktober 1982 yang berjumlah 695 ribu klaim.
Jika pandemi Corona belum bisa dihentikan dalam waktu dekat, angka pengangguran di AS akan membengkak. Jika negara dengan ekonomi terbesar dunia rontok, bisa dipastikan ekonomi negara lain bakal makin tenggelam termasuk Indonesia.
Tingginya angka pengangguran ini disebabkan banyak pabrik di AS menghentikan aktifitas secara tiba-tiba. Lockdown memang diberlakukan di AS demi menghentikan laju penyebaran Corona. Jumlah angka kematian di AS akibat pandemi Corona sudah mencapai 2,650 orang pada 31 Maret 2020. AS kini berada di urutan lima negara dengan kematian terbesar setelah Italia, Spanyol, China, dan Iran.
Melemahnya ekonomi AS, membuat nilai kurs dollar AS mulai melemah terhadap sejumlah mata uang kuat seperti Yen Jepang dan Franc Swiss. Harga emas yang sebelumnya rontok, juga perlahan naik terhadap dollar AS.[mm]
