ISDC Bangun Budaya Tertib Lalu Lintas Tekan Kematian 60-80 Orang Setiap Hari Akibat Kecelakaan

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meresmikan Pusat Berkendara dengan Aman atau Indonesia Safety Driving Center (ISDC) dan membuka Rakernis Fungsi Lalu Lintas TA 2020, di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/2/2020). [TRANSINDONESIA.CO/Istimewa]

TRANSINDONESIA.CO – Direktur Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan ISDC dibangun sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Polri terhadap berkendara dengan aman.

“Serta sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan,” kata Brigjen Chryshnanda usai peresmian Pusat Berkendara dengan Aman atau Indonesia Safety Driving Center (ISDC) dan penandatanganan prasasti pendirian ISDC oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis
di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/2/2020).

Selain meresmikan ISDC, Kapolri juga membuka Rapat Kerja Teknis Fungsi Lalu Lintas TA 2020 dengan tema “Road Safety Policing Sebagai Implementasi E-Policing Pada Fungsi Lalu Lintas Di Era Revolusi Digital 4.0 Menuju Indonesia Maju”.

Menurut Chryshnanda, ISDC juga merupakan upaya untuk membantu pemerintah guna menyediakan lahan dan sarana sebagai tempat pembelajaran bagi pengawal maupun ajudan.

“Tempat belajar dan berlatih bagi para instruktur sekolah mengemudi. Serta pendidikan dan pelatihan bagi para penguji SIM, pengemudi profesional, para petugas Patwal dan PJR, dan juga para petugas yang mengatasi emergency atau SAR,” terangnya.

Selain itu kata Chryshnanda, adanya tempat tersebut juga berfungsi untuk sarana pengembangan mengenai keselamatan berkendara. Di mana pihaknya akan mengembangkan juga Road Safety Research and Development.

Dikatakannya, hadirnya ISDC juga akan digunakan sebagai pusat kajian guna membahas mengenai kecelakaan dalam berkendara. Tak lupa juga bisa digunakan sebagai pembinaan komunitas berkendara.

ISDC berdiri di atas lahan seluas 15 hektare dengan luas lokasi pelatihan mencapai 10 hektare. Di sana dipersiapkan pula 150 orang master trainer.

“Yang telah belajar di Eropa, Asia, Amerika, dan juga Australia,” tutur ucap Chryshnanda.

Lebih lanjut Chryshnanda menyatakan mereka akan menjadi pelatih para trainer berkendara di seluruh Indonesia. Hadirnya ISDC juga atas keprihatinan pihak melihat tingginya angka kecelakaan lalu lintas setiap tahun.

“Setiap hari antara 60 sampai 80 meninggal dunia. Belum yang cacat atau luka berat. Di dunia hampir satu juta orang yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.

Dengan hadirnya ISDC, Chryshnanda berharap bisa terwujud serta terpeliharanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Selain sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan itu sendiri.

“Membangun budaya tertib lalu lintas, serta memberikan pelayanan yang prima di bidang lalu lintas angkutan jalan,” pungkas jenderal bintang satu ini. [mil/sfy]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co