Kanit Reskrim ini Bentak Warga dan Ngaku “Saya Anak Jenderal..!”

TRANSINDONESIA.CO – Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara, Iptu Luis Beltran terlibat cekcok dengan seorang warga, Marlon Purba yang sedang membawa seorang terduga pelaku pencurian tabung gas 3 kg ke Mapolsek Percut Sei Tuan, Sabtu (15/2/2020) malam.

Dalam percekcokan itu, Iptu Luis Beltran menyebut nyebut seorang petinggi Polri sebagai orangtuanya. “Saya anak jenderal, ” bentak Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang pernah mengusir dan juga terlibat cek cok dengan beberapa wartawan yang nge pos di Polsek Percut Sei Tuan itu.

Pertengkaran dan kemurkaan Iptu Luis Beltran berawal saat Marlon Purba bersama warga datang ke Mapolsek Percut Sei Tuan, memboyong seorang pelaku yang diduga mencuri tabung gas 3 kg.

Fikar (15) warga Jalan Pingguin VIII Prumnas Mandala Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, sementara dua kawannya berhasil kabur dari kepungan warga.

Fikar bersama dua kawannya hendak menjual tabung gas 3 kg kepada seorang pedagang pisang goreng bernama Lila di Jalan Jermal 15 Kecamatan Percut Sei Tuan.

Melihat tabung gas yang mau dijual kepadanya, Lila merasa tabung gas tersebut mirip seperti miliknya yang raib dicuri oleh tiga orang anak baru gede.

Tiba-tiba warga sudah ramai dan menangkap Fikar dan nyaris menghakiminya.

Beruntung Marlon Purba dapat menyelamatkannya dengan membawanya ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

Setiba di Mapolsek Percut Sei Tuan, Marlon Purba menjelaskan kepada personil Polsek Percut Sei Tuan. Di saat yang bersamaan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Luis Beltran tiba di Mapolsek dan ikut mendengarkan penjelasan Marlon Purba tentang Kedatanganya membawa terduga pelaku pencurian tabung gas 3 kg yang nyaris diamuk massa.

Beberapa saat kemudian, dihadapan Panit I, Ipda Toto serta dua orang petugas, tiba tiba Iptu Luis Beltran mengamuk. Kepada Marlon Purba, dengan nada tinggi dia berteriak. “Kamu yang sopan cakap, saya anak Jenderal…!!!,” bentak Luis kepada Marlon Purba.

“Eh dimana letak saya ngak sopan. Kamu ngak punya etika, apa begitu diajarkan seorang polisi,” jawab Marlon Purba.

Trans Global

“Tanganmu itu, saya ini anak Jenderal ngerti ngak.” bentak Luis sambil berlalu menuju ruang kerjanya.

Keributan dan cekcok mulut antara keduanya, Panit I Polsek Percut Sei Tuan, Ipda Toto langsung melerai keributan. “Udalah bang,” kata Toto kepada Marlon Purba.

“Sombong kali, macam anak anak orang dibuatnya,” ucap Marlon.

Terkait keributan dengan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Luis Beltran, Marlon Purba menilai, tanpa dasar yang jelas, bahwa tidak sepantasnya seorang polisi terucap kata kata yang kasar sebagai pengayom masyarakat. Yang mana dirinya berlaku sopan memberikan penjelasan kepada Luis Beltran, bahkan Luis Beltran menyebut nyebut nama jajaran polri.

“Dibilangnya saya ngak sopan. Sayakan sopan kedua tangan dikantong celana, kecuali bertolak pinggang, itu baru macam menantang. Aku anak Jenderal ya!, sipanggaron (sok hebat, red) pulak,” kata Marlon Purba kepada wartawan.

Marlon Purba menjelaskan, ia mendampingi Lila (40), warga Jalan Jermal 15, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, tentang kehilangan tabung gas seberat 3kg beberapa waktu lalu. Sabtu sekitar jam 9 malam, tiga orang anak baru gede mendatangi lokasi usaha Lila membuka usaha berdagang pisang goreng untuk menjual 1 buah tabung gas berukuran 3 kg.

Dua diantaranya diketahui bernama Fikar (15), warga Jalan Pingguin 8, Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan Kevin warga Jalan Pingguin 4, Perumnas Mandala. Terduga sebagai pelaku mencuri tabung gas milik Lila, Fikar di massa warga, sementara Kevin dan seorang temannya berhasil meloloskan diri.

“Warga uda rame kali ngamuk disitu, anak ini uda dikepung. Kalau ngak diamankan uda habis mati kian anak ini dipukuli. Karena sering kali kemalingan disitu.” ucap Marlon Purba.

Sementara itu, Fikar mengaku bahwa tabung gas 3 kg tersebut adalah milik orangtuanya. Awalnya ia mengajak Kevin tetangga teman sebayanya. Merencanakan menjual tabung gas tersebut dengan Kevin, namun Kevin mengajak Fikar untuk menemui seorang temannya warga Jalan Jermal 15.

“Katanya, kawannya bilang ada yang nampung di sana. Jadi kami tawar sama pedagang pisang goreng, dibilangnya itu tabung dia (Lila). Tiba tiba kami uda dikerumuni, disitu dua kawanku kabur,” aku Fikar.[sur]

Share