Tiga Daerah di Bali Berpotensi Terjadi Likuefaksi

Pemandangan bekas pencairan tanah atau likuefaksi. Antara/Basri Marzuki

TRANSINDONESIA.CO – Tiga daerah di Bali, diantaranya Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng, Perancak Kabupaten Jembrana dan Tanjung Benoa Badung berpotensi untuk terjadi likuefaksi.

“Bali memang daerah termasuk ada potensi terutama di daerah Selatan di Tanjung Benoa, dan di Utara ada Seririt, Buleleng yang ternyata dari analisa yang dilakukan oleh Badan Geologi memiliki potensi likuefaksi dan kerentanan untuk lebih detailnya harus perlu dikaji lebih lanjut,” kata anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Agastya, Jumat (28/12) malam.

Ia mengatakan bahwa penyebab utama suatu terjadinya likuefaksi pada suatu daerah yaitu pada daerah tersebut pernah terjadi gempa dan berpotensi adanya patahan cukup besar.

Sebelumnya, untuk daerah Perancak Kabupaten Jembrana, dari sisi kesejarahan tidak terjadi gempa berskala besar dan tidak dekat dengan patahan.

Sedangkan menurut sejarah pusat gempa dan pola-pola patahan menunjukkan sinkronisasi di bagian Seririt pada tahun 1976 dengan gempa 6,5 M, dan di Selat Bali juga punya patahan aktif tahun 2004 dengan gempa 5,3 M.

Selain itu, untuk daerah-daerah rawan atau strategis terjadinya likuefaksi di Bali, menurutnya cukup sulit ditemukan karena Bali termasuk padat wilayah apalagi daerah Selatan.

“Karena setelah kita tahu daerah tersebut rentan ya tentu kita nggak mungkin langsung memindahkan tapi kita sadar dengan adanya potensi ini minimal kita paham apa yang harus dilakukan untuk memitigasi ini,” jelasnya.

sumber : Antara

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co