TransIndonesia
TRANSMARITIM

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Apresiasi Penanganan Kebocoran Gelembung Gas

Presiden FSPPB Arie Gumilar (tengah), Sekjen FSPPB Dicky Firmansyah (kiri) dan Kabid Aksi Capt Sofyani Faishol (kanan) dalam jumpa pers, Jumat (27/9/2019). [IST]

TRANSINDONESIA.CO – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyambut gembira dan mengapresiasi keberhasilan seluruh tim yang terlibat dalam penanganan anjungan YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi ONWJ (Offshore North West Java) di Karawang, Jawa Barat,

Gelembung gas tersebut terjadi sejak 12 Juli 2019 dan kini akhirnya betul-betul berhasil dihentikan.

“Alhamdulillah pada tanggal 21 September 2019 pukul 10.30 WIB telah mencapai milestone baru dalam penanganan sumur YYA-1 dimana sumur YYA-1 sudah berhasil terkoneksi dan dipastikan akan terkunci secara permanen, dalam artian sumur YYA-1 sudah dapat dikendalikan,” ujar Presiden FSPPB Arie Gumilar dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

“Kami mengapresiasi seluruh Pekerja Pertamina yang telah bahu membahu dan tak kenal lelah atas kerja kerasnya memberikan yang terbaik agar insiden tersebut dapat terselesaikan. Apresiasi juga kami berikan kepada seluruh jajaran direksi Pertamina atas komitmen yang kuat dalam seluruh proses kegiatan penanggulangan ini,” lanjut Arie.

Arie mengatakan, keberhasilan ini juga tak lepas dari konstribusi dan keterlibatan masyarakat setempat, pemerintah pusat serta daerah dan berbagai pihak yak terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Pertamina telah membuktikan kemampuan dirinya dalam mengatasi segala macam permasalan di tengah-tengah banyaknya pihak yang meragukan kemampuan Pertamina, juga di tengah konstelasi yang dihadapi dalam mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia serta menjadi pilar utama mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Menurut Arie, FSPPB bersama perusahaan secara aktif terus menerus berupaya mewujudkan visi tersebut, dalam hal ini masih bergerak secara agresif untuk mengembangkan proses bisnisnya seperti melakukan akuisisi lapangan lapangan migas di luar negeri antara lain Madagascar, Tanzania dan Nigeria beberapa waktu yang lalu.

Selain itu juga berusaha untuk terus mengembangkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT), mengembangkan proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) dan lainnya. Semua itu dilakukan oleh perusahaan yang tidak lepas dari peran strategis pekerja sebagai upaya menjaga ketahanan energi. [REL]

Related posts

Lowongan Kerja 12 Posisi di Anak Usaha Pertamina

transindonesia.co

Raker SP FKPPA Pertamina, Presiden FSPPB: Jaga Pertamina dari Pemburu Rente

transindonesia.co

Industri Kreatif Hadapi Banyak Kendala

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.