Ribuan massa masih bertahan di depan Istana Negara.[DOD}
TRANSINDONESIA.CO – Kanit V Jatanras Kompol Buddy Towoliu mengatakan, berdasarkan hasil interogasi, salah satu kader Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ismail Ibrahim (20), mengakui bahwa telah melakukan pemukulan dengan bambu.
“Hasil interogasi bahwa tersangka mengakui telah melakukan pemukulan terhadap anggota Polri yang sedang berdinas dengan menggunakan bambu,” kata Buddy dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 8 Nopember 2016.
Buddy menuturkan, penangkan tersebut dilakukan sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/1730/XI/2016/PMJ/2016, tanggal 4 nov 2016. Mahasiswa asal Maluku itu diduga keras melakukan tindak pidana melakukan paksaan atau perlawanan dengan menggunakan kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang melaksanakan tugas yang dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 214 KUHP.
![Kericuhn di depan Istana Negara, Jumat 4 Nopember 2016 malam.[IST]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/11/Penjaringan.jpg)
Selain menangkap Ismail polisi juga mengamankan barang bukti dari tersangka, yaitu kemeja berwarna hijau abu-abu bergaris, dua bendera HMI, topi warna hitam, tas warna abu-abu kehijauan, dan sepatu warna coklat.
Tersangka dan barang bukti tersebut kini sudah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Selain menangkap mahasiswa asal Maluku tersebut, polisi juga menangkap empat kader HMI lainnya, di antaranya Sekretaris Jenderal PB HMI Ami Jaya yang ditangkap di Sekretariat PB HMI di Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan.[ROL/ISH]




