Mobil terbawa arus hingga menyungsap ke pagar rumah warga.[IST]
TRANSINDONESIA.CO – Banjir yang meredam kota Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 24 Oktober 2016, menewaskan satu orang warga Jalan Hegarmanah RT07/08, Kelurahan Hegarmanah, Kota Bandung.
Banjir diakibatkan tingginya intensitas hujan sejak Minggu 23 Oktober 2016 malam hingga Senin, menyebabkan bendung irigasi Citepus dan Sungai Citepus meluap sehingga menimbulkan banjir di daerah Pasteur, Pagarsih, Solokan Jeruk dan Sukajadi Kota Bandung, pada siang hari pukul 13.30 Wib.
“Meluapnya Sungai Citepus juga disebabkan tersumbat sampah dan dangkalnya sungai. Drainase perkotaan tidak mampu menampung aliran permukaan dari hujan yang lebat menyebabkan banjir parah. Tinggi banjir bervariasi 50 hingga 200 centimeter,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin 24 Oktober 2016.
Mobil terbawa arus hingga menyungsap ke pagar rumah warga.[IST]Sedangkan korban tewas kata Sutopo disebabkan terbawa arus saat sedang berupaya menolong orang, namun terpeleset masuk selokan dan terbawa arus. “Korban diketemukan di depan SMPN 15 Bandung dan sudah diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.
Mobil terendam banjir.[IST]Sementara, kerusakan dan kerugian ekonomi akibat banjir masih dalam pendataan. Banyak kendaraan yang rusak dan terendam banjir.
Banjir menggenangi jalan.[IST]BPBD Provinsi Jawa Barat bersama Polri, TNI, aparat kelurahan dan Kecamatan melakukan evakuasi dan penyedotan air dengan menggunakan mesin pompa penyedot air.
Banjir di Kota Bandung.[IST]Pemerintah Kota Bandung belum membentuk BPBD hingga saat ini sehingga penanganan darurat di lapangan terhambat.
Jalan di Kota Bandung seperti sungai.[IST]Pemkot Bandung belum ada rencana membentuk BPBD karena masih bisa ditangani Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran (DPPK).
Jalan di Kota Bandung seperti anak sungai.[IST]Namun saat terjadi bencana alam seperti saat ini fungsi komando menjadi sulit dilaksanakan.
Terjebak banjir.[IST]“Kondisi saat ini air sudah surut di Jalan Pasteur dan bisa dilalui kendaraan roda 2 dan 4. Masih dilakukan proses evakuasi di daerah Pagarsih dan Solokan Jeruk. Ketinggian air saat ini sekitar 50 – 80 cm. BPBD Prov. Jabar bersama unsur Polri, TNI, Kelurahan dan Kecamatan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi banjir susulan,” katanya.[MET]