Warga memeriksa sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara di dekat kota Aleppo, Suriah.[RTS]
TRANSINDONESIA.CO – Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan pesawat pemerintah menjatuhkan dua bom drum yang penuh bahan peledak selang beberapa menit di daerah Maadi, bagian timur Aleppo.
Sedikitnya 15 orang sipil tewas dalam serangan bom drum oleh yang dicurigai helikopter pemerintah Suriah terhadap daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Sabtu 27 Agustus 2016.
Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan pesawat pemerintah menjatuhkan dua bom drum yang penuh bahan peledak selang beberapa menit di daerah Maadi, bagian timur Aleppo.
![Warga memeriksa sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara di dekat kota Aleppo, Suriah.[RTS]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/08/Bom-Drum.jpg)
Hanya pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia, yang mengoperasikan helikopter di Aleppo, kata Observatory. Pemerintah membantah menggunakan bom drum.
Juga Sabtu 27 Agustus 2016, pasukan yang dipimpin oleh Kurdi di Suriah utara mengatakan serangan udara Turki mengenai pangkalan-pangkalan mereka dekat Jarablus, kota perbatasan yang direbut oleh pemberontak yang didukungTurki sebelumnya pekan ini.
Syrian Observatory mengukuhkan serangan udara itu, tetapi Turki belum mengeluarkan pernyataan mengenai serangan apapun hari Sabtu. Namun, Turki telah mengatakan pada waktu lalu bahwa Kurdi harus mundur ke timur Sungai Efrat di dekatnya.
Sementara itu, pemberontak Suriah dan keluarga mereka terus mengungsi dari pinggir Damaskus, Daraya, yang sudah lama dikepung, sesuai dengan persetujuan yang dicapai Kamis malam dengan pemerintah, setelah empat tahun serangan udara dan kepungan yang meruntuhkan daerah itu.[Voa/Fen]





