Anak pengungsi Rohingya belajar mengaji di Camp Bayeun, Atjeh Timur.[Bam]
TRANSINDONESIA.CO – Bermodalkan bantuan untuk bertahan hidup dipengungsian, seperti bantuan dari Laznas BMT ICMI, para pengungsi Rohingya yang berada di Camp Bayeun, Atjeh Timur sudah fasih berbahasa Atjeh dan Melayu.
Sebanyak 105 orang pengungsi Rohingya yang juga terdiri dari anak-anak dan kaum perempuan sampai kini berada di Camp pengungsian di Bayeun, Kecamatan Ranto Panjang Bayeun, Atjeh Timur, tidak ada yang ingin kembali ke negerinya.
Namun saat ditanya tentang kabar keluarga mereka di Myanmar, wajahnya seketika langsung berubah. Merekapun serentak marah ketika ditanya bagaimana kaum Budhis menghabisi orang-orang Muslim Rohingya.
![Anak pengungsi Rohingya belajar mengaji di Camp Bayeun, Atjeh Timur.[Bam]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/Anak-Pengungsi-Mengaji.jpg)
Mereka bertekad pulang bila sudah ada bekal yang cukup dan dukungan nyata dari ummat Islam di dunia.
Laznas BMT ICMI masih mengalirkan bantuan ke pengungsi Rohingya di Camp Bayeun Atjeh Timur.
Hafiz Rahimullah sebagai imam pengungsi yang hafiz Al Qur’an sudah sangat fasih berbicara bahasa Atjeh. Begitu pula Muhammad Yusuf, Yasin dan lain-lain yang semua sudah fasih berbicara layaknya orang Bayeun, Atjeh.
![Anak pengungsi Rohingya belajar mengaji di Camp Bayeun, Atjeh Timur.[Bam]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/Anak-Pengungsi.jpg)

![Para pengungsi Rohingya di Camp Bayeun, Atjeh Timur, kini fasih berbahasa Atjeh dn Melayu.[Bam]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/Pengungsi-Rohingya-1.jpg)
Allah SWT sedang menguji iman umatnya, di ujung hidung kita letak Negeri Rohingya, Mnyanmar yang sedikit letaknya diatas selat Melaka dan Samudera Hindia, entah sampai kapan mereka dapat bertahan di negeri Atjeh.
Mari kita dukung dan bantu mereka untuk jadi Muslim Rohingya yang kuat dan mandiri. Salam dari Atjeh Darussalam
Oleh: Baihaqi Abdul Madjid [Direktur Laznas BMT ICMI]







