Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Benar tetap tidak tepat. Ini suatu ungkapan atau peringatan bahwa sesuatu yang benar dalam implementasinya memerlukan pertimbangan-pertimbangan.
Benar tatkala tidak di dukung massa bisa saja disalahkan. Benar belum tentu diyakini kebenarannya.
Hal yang keliru tatkala diyakini sebaga kebenaran akan dibenarkan. Menyatakan benar memerlukan power untuk mendapatkan pengakuan untuk dikatakan benar. Apalagi sesuatu yang benar dinyatakan namun mengganggu kelompok-kelompok status quo dan kaum comfort zone, bisa-bisa malah dimatikan.

Kekuatan massa, kekuatan politik, kekuatan ekonomi, kekuatan sosial diperlukan untuk mendukung sesuatu yang benar diyakini kebenarannya. Uang menjadi pilihan bagi pembenaran/membenarkan/meyakinkan sesuatu menjadi benar. Kadang yang salahpun bisa dibenarkan dan diterima sebagai kebenaran.
Tatkala kebenaran diberikan karena sesuatu apakah ini tepat? Benar secara fakta dapat dihapus dengan ilusi yang dibangun media atau karena sesuatu kepentingan maupun untuk mendapatkan sesuatu.
Untuk menyatakan sesuatau yang benar bukan perkara mudah dan memerlukan perjuangan yang tak jarang panjang dan berliku melelahkan. Bisa jadi kebenaran tidak akan terwujud karena terus ditolak dan di bully sampai disalah-salahkan.
Kebenaran adalah kebenaran dan suatu ketika akan terungkap atau dinyatakan dan diyakini sebagai sesuatu yang benar. Walaupun yang menyatakan sudah menjadi abu, tetap ada yang meneruskan dan menyuarakan sampai kebenaran itu terwujud, diterima dan diyakini.[CDL-09052016]
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







