Khalid bin Walid
TRANSINDONESIA.CO – Siapa yang tidak kenal dengan ‘Khalid bin Walid’ seorang panglima perang brilian yang termasyur dalam sejarah militer muslim di masa Rasulullah sampai pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin.
Lebih dari seratus ekspedisi militer ia lalui dengan gemilang, panglima perang yang cakap tak pernah sekalipun terkalahkan sepanjang kariernya.
Dibawah komando militernya untuk pertamakali dalam sejarah, kekuatan militer membentuk entitas kekuasaan yang bersatu. Maka wajar jika beliau bergelar Saifullah Al-Maslu (Pedang Allah yang terhunus).

Tulisan suratnya kepada Kaisar Persia begitu fenomenal; “Sungguh aku telah datang kepada kalian dengan pasukan yang lebih mencintai kematian sebagaimana orang-orang Persia menyenangi Khamar (minum-minuman keras)”.
Tetapi lihatlah …
Bagaimana ending karier militernya …
Saat gelora api semangat pertempuran sedang membara …
Tiba-tiba Khalid bin Walid dipecat sebagai panglima perang …
Dia dimutasikan menjadi prajurit biasa …
Level kepangkatan menurun drastic …
Tetapi lihatlah …
Tidak ada pembangkangan ataupun gugatan …
Dia tetap menjadi prajurit biasa yang prima performanya..
Ungkapannya pun sungguh fenomenal ketika ditanya, apakah sakit hati dengan pemecatan yang dilakukan Khalifah Umar …
Khalid bin Walid berkata, “Aku berperang bukan karena Umar, tetapi karena Tuhannya Umar”. Sebuah ungkapan yang menunjukkan sikap integritas yang luar biasa.
Oleh: Aris Yulianto







