Jessica dan Mirna.[Ist]
TRANSINDONESIA.CO – Indonesia Police Watch (IPW) berharap Polda Metro Jaya tidak terpengaruh dengan opini sebagian orang yang meragukan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin.
“Untuk itu diharapkan polisi bekerja cepat agar bisa segera melimpahkan kasusnya ke kejaksaan, sehingga bisa dituntaskan di pengadilan,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, di Jakarta (2/2/1016).
Menurut Neta, penetapan Jessica sebagai tersangka sudah sesuai prosedur hukum dan SOP kepolisian. Jadi apa yang dilakukan polisi, dengan menjadikan Jessica sebagai tersangka adalah untuk segera mengungkap kasus kematian Mirna. Sehingga kasus kematian Mirna akibat meminum kopi beracun di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta bisa terungkap.
Dalam mengungkap kasus pembunuhan dengan menggunakan racun, Polri sebenarnya sudah punya pengalaman. Bahkan, Polri punya prestasi dalam mengungkap kasus pembunuhan aktivis Munir, yang diracun dalam penerbangan dari Jakarta ke Belanda. Dalam kasus Munir, polisi juga tidak mendapatkan CCTV saat tersangka memasukkan racun ke dalam makanan Munir. Tapi bukti-bukti dan saksi yang dimiliki polisi bisa meyakinkan hakim untuk memvonis tersangka.
“Dalam kasus kematian Mirna, hanya ada lima pihak yang terkait dengan keberadaan es kopi Vietnam yang mengandung racun tersebut, yakni petugas pembuat kopi dan pelayan yang mengantar kopi di Kafe Oliver, Mirna, Jesica serta Hani. Dari CCTV di tempat kejadian, polisi sebenarnya sudah mendapatkan berbagai indikasi dan petunjuk yang kuat sebagai alat bukti. Namun untuk mengungkap motifnya polisi perlu mendapatkan bukti bukti lain, seperti bungkus sianida, bon pembelian sianida atau petunjuk-petunjuk lain dari HP, komputer, membuka google tersangka, atau data-data lain di rumah tersangka,” katanya.

Memang tak mudah untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan racun, tapi IPW berkeyakinan polisi akan mampu menuntaskan kasus kematian Mirna dengan tuntas. Kasus kematian Mirna harus diungkap polisi karena tergolong sadis dan kejam. Hal ini terlihat dari racun sianida yang dimasukkan ke kopi yang diminum Mirna,
Memang tak mudah untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan racun, tapi IPW berkeyakinan polisi akan mampu menuntaskan kasus kematian Mirna dengan tuntas. Kasus kematian Mirna harus diungkap polisi karena tergolong sadis dan kejam.
“Hal ini terlihat dari racun sianida yang dimasukkan ke kopi yang diminum Mirna, yang ternyata dapat mengakibatkan kematian bagi 20 sampai 25 orang. Artinya, Sianida yang dimasukkan ke kopi Mirna dosisnya sangat tinggi, yang dalam tempo singkat bisa membunuh. Kekejaman ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang berwatak sadis dan berdarah dingin. Pelaku pembunuhan seperti ini harus dihukum berat,” terangnya.
Jika polisi sudah berkeyakinan Jessica adalah tersangka kasus kematian Mirna, polisi perlu menelusuri track record yang bersangkutan, untuk mengetahui kejahatan apa yang pernah dilakukannya.
“Sehingga hal ini menjadi refrensi bagi polisi untuk membongkar motif pembunuhan terhadap Mirna,” katanya.[Lin]







