TRANSINDONESIA.CO – Komplotan perampok dan begal sadis diringkus Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebanyak 13 tersangka berikut otak pelaku, AOB alias Bendot, 22 tahun, diamankan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Aksi Bendot cs merampok mini market dan membegal pengendara sepeda motor sudah berlangsung dua tahun. Dari tersangka petugas menyita barang bukti alat kejahatan berupa linggis, sepeda motor dan plat sepeda motor.
Bendot yang tubuhnya dipenuhi tato itu merupakan ketua kelompok yang menamakan diri sebagai geng TPT (Tongkrongan Penuh Tawa). Anak buahnya, merupakan anak-anak yang masih berusia di bawah umur. Adapun sasaran kejahatannya anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang membawa sepeda motor.
Selain Bendot, ketiga-belas anak buahnya yang berhasil diringkus yaitu ED als Gilang, AS als BOE, AW als Pakel, RS als Derin, DH als Dinar, dan tersangka anak dibawah umur, A als N, HP als W, ZIA, MA, dan NRM.

Kasubdit Resmob Dirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, tersangka Bendot yang merupakan ketua gerombolan TPT membuat suatu syarat jika ada anak baru gede (ABG) yang mau bergabung dengan kelompoknya, di Jalan Mahoni, Koja, Jakarta Utara. “Syaratnya, harus merampas sepeda motor berkali-kali. Ini merampas ya, bukan mencuri. Supaya dapat membuktikan mereka punya nyali,” katanya.
Usai merampas, anak buah kemudian menyerahkan sepeda motor itu kepada Bendot. Selanjutnya, Bendot meminta tersangka Dinar untuk menjualnya. “Satu sepeda motor dijual Rp 1,5 juta. Bendot ini merekrut anak-anak tanggung. Mengapa mereka menurut, berarti Bendot punya kharisma, mungkin punya pengalaman hidup di jalan, secara penampilan tatonya banyak,” jelasnya.(Min/Met)





