
TRANSINDONESIA.CO – Is, yang berpura-pura jadi guru ngaji sampai saat ini sudah mencabuli 17 orang anak.
Kepolisian Sektor Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, telah menerima 17 pengaduan dari orangtua yang diduga anaknya menjadi korban tersangka cabul Is.
Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Alber Manurung, mengatakan sejak tersangka berinisial Is ditangkap, pihaknya masih terus melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap pengakuan tersangka.
“Dari pengakuannya, ada beberapa tempat kejahatan itu dilakukan, sehingga kemungkinan besar korbannya bisa saja bertambah, karena tersangka yang sering berpindah-pindah tempat tinggal, untuk itu kami butuh peran serta masyarakat untuk melaporkan kalau melihat atau mendengar tindakan pelaku sebelumnya,” kata Manurung di Pontianak, kemaren.
Dikatakan Alber, terbongkarnya perbuatan pelaku pencabulan terhadap anak-anak yang semua laki-laki itu, setelah salah seorang orangtua yang anaknya menjadi korban pencabulan melaporkan kepada pihaknya.
“Pelaku dalam memuluskan perbuatannya, berpura-pura mengajar mengaji anak-anak, setelah korbannya percaya, barulah perbuatan tidak terpuji itu dilakukan. Pelaku juga mengancam korbannya, bahkan ada yang sudah digigitnya, serta menakut-nakuti korbannya, kalau dia (pelaku) bisa membuat orang tua korban mati, kalau korbannya tidak mengikuti kemauannya,” ungkap Alber.
Is pelaku pencabulan, lahir di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, pelaku selama ini menjadi penjaga salah satu masjid di Pontianak.
Sebelumnya, Is pelaku pencabulan mengakui perbuatannya, dan telah mencabuli belasan anak laki-laki sejak dia tinggal di masjid tersebut tahun 2014.
Dia mengaku dirinya juga pernah menjadi korban pencabulan saat duduk di kelas 1 SMA di Jawa.(Ant/Tan)







