
TRANSINDONESIA.CO – Seminar Internasional dalam rangkaian Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar membahas fenomena Islamophobia yang terjadi di Eropa. Seminar dilangsungkan di hotel Imperial Aryaduta, Losari, Makassar, Minggu (2/8/2015).
Seminar yang bertajuk ‘Dakwah Muhammadiyah To The Wolrd’ ini dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan beberapa tokoh seperti Rizal Sukma, Sudibjo Markus, dan Muhyidin Junaedi.
Dalam seminar ini, salah satu aktivis muslim Belgia, Hastir Laurie menceritakan bagaimana umat Islam Belgia mengkampanyekan anti Islamopobhia dengan melalui undang-undang Belgia.
“Kami aktif menyuarakan anti Islamophobia dalam gerakan No Hate Speech yang diperingati setiap tanggal 21 September, kami rutin melakukan dialog lintas agama dengan penganut agama lainnya,” ujar Laurie dalam keterangan pers di arena seminar.
Sementara menurut Yahya Pallavicini, warga negara Italia, di Eropa fenomena Islamophobia di Eropa disebabkan perbedaan identitas antara orang-orang barat dengan orang timur.
“Di barat ada egosentris identitas, ada ketidaktahuan di barat plus rasa takut karena ada anggapan orang luar Eropa tidak sama dengan mereka, kalau di Timur masih lebih toleransi,” pungkas Yahya yang juga merupakan Imam Masjid di Roma.
Sementara menurut Nur Aliyah Baidhowi, warga Indonesia yang bermukim di Den Hag, Belanda sejak 30 tahun lalu ini berkisah bagaimana mereka rutin menggelar pengajian sesama umat Islam dari rumah ke rumah sesama muslim dan menepis Islamophobia.(dtk/jei)







