
TRANSINDONESIA.CO – Perubahan merupakan bagian penting dalam dinamika kehidupan. Melakukan perubahan sebuah keniscayaan dan menjadikan harapan bagi hidup dan kehidupan.
Hal-hal baru akan berbenturan dengan sesuatu keberadaan yang sudah nyaman dan mapan. Hal baru sering dianggap sebagai keanehan bahkan kegilaan, apalagi yang berkaitan dengan sumber daya.
Kelompok-kelompok status quo (mapan) dan kelompok comfort (nyaman) akan berusaha keras menentangnya. Sikap menentang merupakan sikap ketakutan, ketidaktahuan dan ketidakmampuan.
Ketakutan kehilangan previlage merupakan alasan yang mendasar untuk tetap mempertahan kemapanan dan kenyamanan yang sudah dinikmati.
Ketidak tahuan merupakan kelemahan dan kesederhanaan cara berpikir dan memahami perubahan, sehingga sikap keengganan berubah terjadi. Adapun ketidak mampuan menunjukan kompetensi yang tidak memadai untuk melakukan perubahan.
Perubahan memerlukan ide, power, massa pendukung dan waktu yang tepat. Tanpa ide perubahan tidak akan pernah ada. Ide merupakan bagian dari berpikir dan mengimajinasikan atau memimpikan sesuatu hal yang baru.
Tidak semua orang mampu melihat dan memahaminya. Melakukan perubahan memerlukan ide yang mampu dijabarkan dalam bentuk atau model implementasinya.
Mengimplementasikan ide menjadi aktualisasi memerlukan power baik dari kewenangan, kebijakan, SDM, anggaran, system-sistem dan teknologinya.
Selain itu, diperlukan massa pendukung yang akan dapat membantu dalam pelaksanaan dan waktu yang tepat juga menentukan berhasil tidaknya perubahan yang diimplementasikan.
Ketidakmampuan melakukan perubahan sering dituding sebagai biang keladi tidak berhasilnya perubahan.
Bagaimana berubah, tahu saja tidak? Bagaimana merubah kalau kemampuan dan pengetahuan terbatas?
Kompetensi untuk melakukan terobosan-terobosan kreatif, imajinatif, menghasilkan ide dan pemikiran-pemikiran baru merupakan dasar perubahan. Dan bisa atau tidaknya berubah tergantung juga pada pimpinanya.
Tatkala political will tidak kuat, tidak mendukung dan masa bodoh jangan harap ada perubahan. Kemapanan dan kenyamanan menjadi political will nya. .(CDL-Jkt040715)
Penulis: Chryshnanda Dwilaksana







